in

Target Level 1, Dewan Minta Pemkot Penuhi Target Testing dan Tracing

Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Mualim.

 

HALO SEMARANG – Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kota Semarang meminta kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang bisa memenuhi pencapaian target, baik itu testing dan tracing yang sudah ditetapkan pemerintah pusat saat pemberlakukan PPKM agar Kota Semarang bisa menjadi level 1.

Kurangnya testing dan tracing ini yang menjadi salah satu persyaratan, untuk bisa masuk ke level 1, selain dengan kriteria lainnya terkait jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19, kasus pasien di rawat di rumah sakit, dan kasus meninggal positif Covid-19.

Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Mualim mengatakan, pihaknya menyambut baik upaya keras pemerintah Kota Semarang yang bisa membuat kondisi saat ini makin baik. Hal ini dengan turunnya kategori dari yang tertinggi level 4 menjadi sekarang ini ke level 2.

“Diharapkan bisa turun level lagi usai perpanjangan PPKM hingga 6 September 2021 mendatang menjadi level 1. Sehingga aktivitas perekonomian masyarakat kembali bergeliat, karena saat masa PPKM yang sebelumnya, aturan kegiatan masyarakat sangat ketat. Pelaku usaha jadi tidak memperoleh pendapatan maksimal, sebab usahanya terpaksa harus tutup atau ada pembatasan,” terangnya, Rabu (1/9/2021).

“Kalau memang ada aturan atau kriteria dari pusat, pemerintah kota harus memenuhinya agar Kota Semarang bisa berada di level 1,” sambung Mualim.

Sehingga, kata Mualim, harus ada kemauan dari warga Kota Semarang, luar Kota Semarang dan pemerintah kota, untuk bersatu membuat Kota Semarang menjadi level 1.

“Bisa juga dengan menerapkan kebiajakan, semua pendatang dari luar kota harus ditesting, tes rapid, atau PCR. Kalau perlu ada penyekatan pendatang yang belum vaksin, untuk memudahkan testing dan tracing. Jika tidak sesuai ya mereka sementara tidak bisa masuk, saya yakin bisa terpenuhi,” katanya.

Adanya kendala kurangnya tenaga tracing, pihaknya menyarankan Pemkot Semarang bisa melakukan kerja sama dengan semua kampus yang ada Fakultas Kedokteran atau jurusan kesehatannya.

“Bisa melibatkan mahasiswa kedokteran atau dokter muda, perawat. Mereka minimal semester 5, untuk bisa membantu jadi petugas tracing. Ini bisa dianggap magang dan diapresiasi dengan nilai oleh kampus. Sebagai bentuk apresiasi telah membantu tenaga kesehatan untuk penanganan Covid-19 di Kota Semarang,” pungkas politisi Gerindra ini.(HS)

Share This

Warga Positif Covid-19 di Purworejo Dikirim ke Isolasi Terpadu

Taliban Rebut Afganistan, Polri Imbau Masyarakat Waspadai Penyebaran Terorisme via Medsos