in

Target Emas Sepak Bola di PON Dinilai Tidak Realistis

Eko ‘’Kalungguh’’ Priyono (kiri) dan Wahyoe “Liluk” Winarto (kanan).

 

HALO SEMARANG – Tim tim sepak bola Jateng yang dipersiapkam ke PON XX di Papua dan dimanajeri Edi Sayudi, saat ini terkendala masalah dana. Tim hanya mengandalkan dana dari APBD Jateng yang disalurkan melalui KONI Jateng.

Untuk pembiayaan tim dari Januari hingga Juni 2021 menggunakan sisa lebih perhitungan anggaran (Silpa), sehingga dalam beberapa bulan ini tim sepak bola PON cuma melakukan desentralisasi latihan, yakni hanya berlatih bersama pada Jumat dan Sabtu.

Sementara untuk pembiayaan Juli dan seterusnya belum ada kepastian karena surat keputusan (SK) belum diteken oleh Gubernur.

Namun, di tengah situasi sulit itu, Ketua Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jateng, Edi Sayudi masih berani mencanangkan target skuadnya untuk meraih medali emas PON Papua 2021.

Ketua Asosiasi Kabupaten (Askot) PSSI Kota Pekalongan, Eko ‘’Kalungguh’’ Priyono menilai target itu tidak realistis. Pasalnya, sasaran tersebut tak didukung oleh persiapan dan dana yang cukup.

Eko menambahkan, dalam kondisi seperti itu harus ada yang mau berkorban dengan memberikan bantuan/sponsor, minimal dana talangan agar persiapan tim tetap berjalan. Dalam hal ini manajer tim/ketua Asprov PSSI Jateng yang seharusnya kreatif dan inovatif.

‘’Masalahnya, mau atau enggak manajer tim untuk berkorban,’’ ungkap pengusaha sarung yang juga ketua DPP Pecinta Tanah Air Indonesia (Petanesia) ini.

Sementara itu, General Manager PSIS, Wahyoe ‘’Liluk’’ Winarto menuturkan, target tinggi dalam sepak bola memang sah-sah saja. Namun itu harus didukung oleh ketersediaan finansial yang baik.

‘’Butuh kesiapan dan dana besar untuk merealisasikan target emas PON itu. Sementara dana dari APBD sedang sulit karena diprioritaskan untuk penanganan pandemi Covid-19,’’ papar Liluk.

Dengan kondisi seperti itu, maka menjadi tugas manajer tim/ketua Asprov PSSI Jateng untuk mendapatkan sponsor atau dana talangan. Mengurus dan mengelola sepak bola memang harus mau tombok.(HS)

Share This

Ancaman Narkoba Sudah Rambah Desa

Tenggelam Saat Mencari Ikan, Pria Asal Jepara Ditemukan Meninggal Dunia