in

Tangkal Pemalsuan Surat, Kemenag Gunakan Tanda Tangan Elektronik

Plt Karo HDI Thobib Al-Asyhar. (Foto : Kemenag.go.id)

 

HALO SEMARANG – Tanda tangan elektronik (TTE) yang saat ini telah digunakan oleh Kementerian Agama, dapat meminimalisasi tindak pemalsuan, serta mempermudah pengecekan keaslian surat.

Hal itu disampaikan Plt Kepala Biro Humas, Data, dan Informasi Thobib Al-Asyhar, mengatakan penggunaan TTE menjadi bagian dari proses transformasi digital di Kementerian Agama.

“Penggunaan tandatangan elektronik untuk keamanan, karena tidak bisa dipalsukan. Tandatangan elektronik juga memudahkan pengecekan keaslian surat,” kata Thobib, Sabtu (18/9) seperti dirilis Kemenag.go.id.

Menurut dia, transformasi digital di Kemenag juga memudahkan dalam menangkal hoaks, utamanya informasi palsu dalam bentuk surat.

Thobib mengimbau, jika masyarakat mendapati surat dengan tandatangan elektronik lalu meragukan keasliannya, maka bukan berarti tanda tangan elektronik bisa dipalsukan. Sebaliknya, keberadaan tandatangan elektronik itu, malahan bisa menjadi alat verifikasi.

“Tandatangan elektronik memiliki QRCode dan token. QRCode di bawah surat bisa discan dengan kamera HP apa aja. Hasil scan akan dikirim ke halaman web tte.kemenag.go.id yang akan menampilkan surat aslinya,” jelas Thobib.

Dengan demikian apabila QR Code pada surat tidak bisa di-scan atau bisa di-scan tetapi menampilkan surat yang bukan di halaman tte.kemenag.go.id, sudah pasti itu surat palsu yang mengatasnamakan Kementerian Agama.

Selain itu, pengecekkan juga bisa dilakukan dengan token di setiap surat elektronik. Caranya, masukkan token tersebut di halaman tte.kemenag.go.id. Setelah itu, akan tampil surat aslinya.

“Kalau setelah input token tapi surat tidak muncul pada halaman tte.kemenag.go.id, berarti surat itu palsu alias hoaks,” tandasnya.

Sebelumnya, sempat beredar surat palsu tentang Edaran Penerima Bantuan Pesantren dan Pendidikan Keagamaan Islam Tahun Anggaran 2021 Periode II, yang mengatasnamakan Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren).

Surat palsu dengan No B-2563/DJ.I/Dt.I.V/HM.13/09/2021 tertanggal 13 September 2021 itu mencantumkan tandatangan elektronik lengkap dengan QRCodenya. Setelah diverifikasi melalui QR Code dan token, diketahui bahwa surat itu palsu. (HS-08)

Share This

Tantangan Ke Depan Wisudawan, Rektor Unika: Adaptasi Kemajuan Teknologi

Kotak Tembak, Polri Akhiri Pelarian Teroris Ali Kalora