Tanggul Bronjong Sungai Bodri Bocor, 60 Warga Lanji Diungsikan

Beberapa rumah warga terendam banjir akibat tanggul bronjong Sungai Bodri bocor di Desa Lanji, Kecamatan Patebon, Kamis malam (28/1/2021).

 

HALO KENDAL – Tanggul bronjong Sungai Bodri yang berlokasi di Desa Lanji, Kecamatan Patebon bocor sekira pukul 21.00 WIB.

Akibatnya puluhan rumah warga terancam terendam, Kamis malam (28/1/2021). Apalagi debit air di Sungai Bodri juga terus naik akibat hujan deras di wiilayah hulu sungai.

Ketua RW 03 Desa Lanji, Kecamatan Patebon, Puji Sumaryono mengatakan, pihaknya bersama Polri-TNI, BPBD dan PMI sudah mengantisipasi terjadinya banjir.

- Advertisement -

“60 warga dari 25 rumah wilayah di RT 01 RW 03 Desa Lanji yang berada di dekat tanggul, sementara kami amankan di balai desa, agar terhindar dari bencana. Bapak Kepala Dinas PUPR dan Pak Kapolsek Patebon sudah ada disini,” jelasnya.

Dirinya dan warga setempat berharap, agar tanggul bronjong yang bocor segera diperbaiki. Sehingga warga Desa Lanji khususnya di wilayah RT 01 RW 03 tidak terus menerus merasa khawatir, jika turun hujan dengan insensitas tinggi.

“Tanggul bronjong ini dibangun beberapa tahun lalu ini, sekarang sudah bocor. Kami masih bersyukur, karena bila tidak ada tanggul, banjir di daerah kami pasti besar,” ungkap Puji.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Kendal, Sugiyono didampingi Kapolsek Patebon, AKP Nundarto mengatakan, kemungkinan debit air akan semakin meninggi.

“Biasanya debit air sungai itu tertinggi pada pukul 12.00 malam. Tapi ini tadi sekitar pukul 21.00 WIB di Bendungan Juwero air sudah tinggi. Jadi kemungkinan air akan semakin naik,” tuturnya.

Menurutnya, untuk menanggulangi hal ini, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air dan Penataan Ruang (Pusdataru) Provinsi Jawa Tengah.

Menurutnya, bored pile merupakan salah satu jenis fondasi dalam yang bisa dijadikan alternatif lain apabila dalam pelaksanaan pembuatan fondasi tidak memungkinkan untuk menggunakan fondasi tiang pancang.

“Tadinya tanggul oleh Dinas Pusdataru mau digeser, tapi kemudian tidak jadi. Rencana selanjutnya, memperbaiki tanggul menggunakan teknis dibor dengan Bored Pile, bukan dengan tiang pancang. Seperti yang sudah dilakukan di Darupono,” ungkap Sugiyono.

Dirinya juga menegaskan, sebenarnya untuk pembangunan tanggul di Kabupaten Kendal sudah dianggarkan.
“Namun dengan adanya pandemi, jadi anggaran tersebut lebih diutamakan untuk menanggulangi Covid-19,” pungkas Sugiyono.(HS)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.