Tanda Tangani MoU, Hendi Tegaskan Komitmen Semarang Siap Jadi Tuan Rumah Festival HAM

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat berdiskusi dengan Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko di Balai Kota Semarang, Rabu (28/4/2021).

 

HALO SEMARANG – Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menegaskan komitmennya untuk mewujudkan Semarang “Kota Semua Buat Semua” bagi seluruh warga Kota Semarang. Hal itu sebagai implementasi dari kota yang Ramah Hak Asasi Manusia.

Pernyataan tersebut dikemukakan Hendrar Prihadi usai penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara Kantor Staf Presiden (KSP) dengan Pemerintah Kota Semarang dan INFID, terkait penyelenggaraan Festival HAM 2021 di Kota Semarang, Rabu (28/4/2021).

Hendi, sapaan akrab Hendrar Prihadi tidak lupa memberikan apresiasi atas kerja sama dan kolaborasi multipihak antara KSP, Komnas HAM, Pemerintah daerah, dan INFID.

- Advertisement -

Pihaknya senang karena kotanya ditunjuk sebagai tempat perhelatan Festival HAM 2021 dan akan berkomitmen mewujudkan Semarang sebagai kota ramah HAM melalui tiga upaya, yaitu kesetaraan, ruang aspirasi, dan kolaborasi.

“Alhamdulillah, Kota Semarang dan bangsa kita memiliki peninggalan tepa sliro, gotong royong, saling menghormati dan banyak lainnya yang menjadi penguat terwujudnya, serta terjaminnya kesetaraan HAM. Mudah-mudahan Festival HAM nanti menjadi momentum kita bersama untuk menguatkan tekad dan komitmen mewujudkan perlindungan serta pemenuhan HAM secara menyeluruh,” ujar Hendi.

Pihaknya berharap penyelenggaraan Festival HAM tahun 2021 di Kota Semarang dapat menampilkan best practice tiap kabupaten/kota dalam perwujudan HAM. Sehingga kemudian dapat menginspirasi kabupaten/kota yang lain di Indonesia serta dunia.

“Untuk itu kami siap menerapkan dan menjaga nilai-nilai HAM. Festival HAM 2021 juga kami harap jadi embrio penguatan kabupaten/kota untuk bisa menerapkan HAM dalam pembangunan,” terang Hendi.

Sementara itu Kepala KSP, Moeldoko menyebutkan, bahwa Festival HAM menjadi cara yang sangat efektif dalam mendekatkan isu HAM kepada masyarakat.

Melalui festival ini, HAM dapat disosialisasikan dengan penuh harapan dan sukacita dengan mengangkat praktik-praktik yang dilakukan pemerintah, baik pusat maupun daerah dalam pemenuhan hak warga.

“Ini sangat bagus dan efektif. Orang barat respek dengan upaya penyelenggaraan HAM di Indonesia. HAM jangan dipandang sebagai sesuatu yang menakutkan. Dulu saya selalu mendoktrin anak buah agar jangan melihat HAM sebagai hal yang menakutkan. Doktrin saya, jangan takut dengan HAM, tapi yang paling penting adalah penghormatan terhadap HAM,” tegas Moeldoko.

Kepada Kota Semarang yang didapuk sebagai tuan rumah Festival HAM 2021, Moeldoko meminta agar dapat melakukan sosialisasi dan diseminasi kepada masyarakat, supaya penyelenggaraan HAM dalam pemerintahan dapat dilakukan dengan cara-cara yang lebih soft, terbuka, dan humanis.

“Bagaimana agar publik memahami HAM tidak hanya mengenai kebebasan menyatakan pendapat, berserikat dan berkeyakinan, melainkan juga terkait dengan kepentingan ekonomi, pemenuhan hak-hak akan perumahan, air bersih, fasilitas transportasi publik, pendidikan, dll,” tandasnya.(HS)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.