Tanaman Padinya Dibabat Habis Orang Tak Dikenal, Ramisah Hanya Bisa Menangis

Tanaman padi di sawah milik Ramisah yang dibabat oleh orang tak dikenal.

 

HALO KENDAL – Ramisah (57) hanya bisa menangis sedih saat melihat tanaman padinya yang hampir berbuah dibabat habis oleh orang tak dikenal. Dia hanya bisa meratapi di dekat sawah yang ada di Kelurahan Sukodono, Kecamatan Kendal itu.

Ramisah yang tinggal di Kelurahan Candiroto RT 5 RW 2, Kecamatan Kendal tersebut, mengaku mengetahui sawahnya rusak dari tetangganya pada Kamis, (7/1/2021) kemarin.

Tentunya hal ini sangat membuat dia terpukul. Apalagi sebagai seorang janda yang ditinggal mati suaminya sembilan tahun lalu, selain bertani, dirinya hanya membuka warung kopi di pinggir jalan di kampungnya.

“Pariku dibabat enthek padahal meh woh (Padiku dipotong habis padahal sebentar lagi berbuah),” kata Ramisah tertunduk sedih saat ditemui di warung kopi miliknya, Jumat (8/1/2021).

Ia mengungkapkan, setelah diberitahu tetangga bahwa tanaman padi di lahan miliknya seluas 280 meter yang dibabat habis oleh lima orang yang tidak dikenal, dirinya berencana melaporkan kejadian pengrusakan tersebut kepada aparat kepolisian.

“Kata yang melihat, padi saya yang dibabat itu dimasukkan ke dalam karung dan dinaikkan mobil pick up oleh lima orang tak dikenal. Saya tak tahu apa maksudnya dan mau dibawa ke mana dan untuk apa,” terangnya.

Dirinya menuturkan, lahan sawah yang ditanami padi tersebut, dibeli bersama suaminya pada 8 Juni 2005 lalu, dari almarhum Surtini (60), yang bertempat tinggal di Kelurahan Sukodono.

Ramisah menjelaskan, Surtini yang merupakan besannya, pada saat itu butuh uang untuk biaya berobat lalu menjualnya kepada almarhum suaminya, Ngaman.

“Sepeninggal suami, saya yang menggarap sawah dengan menanam padi. Hasil dari panen itu saya gunakan untuk mencukupi kehidupan sehari-hari dan juga saya berikan kepada cucu-cucu,” ungkapnya.

Atas kejadian ini, Ramisah pun sudah berkonsultasi dengan Pengabdi Bantuan Hukum Jaringan Kerja Relawan untuk Demokrasi, Keadilan dan Hak Asasi Manusia (PBH Jakerham) Kendal.

Sementara itu, Ahmad Misrin SH MH, selaku pihak yang diberi kuasa untuk mendampingi secara hukum oleh Ramisah mengaku sangat menyayangkan aksi pengrusakan tanaman padi tersebut.

“Saat ini kami sudah persiapkan beberapa berkas untuk melaporkan kejadian tersebut. Masih kami lengkapi dan secepatnya akan kita laporkan ke Mapolres Kendal,” kata Misrin.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.