in

Tambal Ban, Profesi Mulia yang Sering Terabaikan

Aktivitas tambal ban di Bengkel Pak Har, Kelurahan Sendangmulyo, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang.

SETIAP kali kita mengendarai kendaraan, khususnya kendaraan bermotor, kita seringkali tidak menyadari betapa pentingnya profesi tambal ban. Kita baru menyadari dan membutuhkan keberadaannya, saat sedang ada masalah pada ban sepeda motor yang kita kendarai di jalan raya.

Para tukang tambal ban, dengan keahlian dan keterampilan mereka, membantu mengatasi masalah yang seringkali terabaikan oleh banyak orang, ban bocor, atau ban kempes. Profesi ini layak mendapatkan penghargaan dan perhatian yang lebih besar karena perannya yang penting dalam menjaga keselamatan dan kenyamanan di jalan raya.

Tambal ban adalah profesi yang mungkin telah ada sejak kendaraan bermotor pertama kali ditemukan. Para tukang tambal ban berperan dalam memperbaiki ban yang bocor, rusak, atau kempes. Mereka bekerja dengan cekatan, menggunakan alat-alat khusus dan keterampilan teknis untuk melakukan perbaikan dengan cepat dan efisien.

Namun, seringkali profesi tambal ban dianggap sepele atau bahkan diabaikan, apalagi saat kita tak memiliki masalah pada kendaraan bermotor kita. Atau bahkan, banyak orang lebih memilih untuk mengganti ban yang rusak dengan yang baru, tanpa mempertimbangkan opsi perbaikan. Padahal, dengan memperbaiki ban yang rusak, kita dapat menghemat uang dan mengurangi limbah ban yang terbuang.

Selain itu, tukang tambal ban juga memiliki peran penting dalam menjaga keselamatan di jalan. Ban yang rusak dapat menyebabkan kecelakaan atau gangguan saat berkendara. Dengan menggunakan jasa tukang tambal ban, kita dapat memastikan bahwa ban kendaraan kita dalam kondisi yang aman dan siap digunakan.

Profesi tambal ban juga memiliki dampak sosial yang signifikan. Banyak tukang tambal ban adalah pekerja mandiri atau keluarga yang mengandalkan pendapatan dari pekerjaan ini. Mereka adalah pejuang mandiri yang tak mengharapkan gaji dari siapa pun, hanya menyediakan jasa.

Pak Har (53) salah satunya, warga Sendangmulyo, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang ini mulai menekuni profesi penyedia jasa tambal ban sejak beberapa tahun silam.

Kiosnya kecil di sekitar Bundaran Pasar Perumnas Sendangmulyo, namun kerap jadi jujugan pengendara motor yang memiliki masalah pada tekanan angin bannya, baik bocor atupun kempes. Pak Har mengaku setiap hari ada sekitar 10 sampai 15 pelanggan yang menggunakan jasanya untuk memperbaiki ban yang bocor. Namun tak jarang pula, kadang sehari hanya ada lima sampai tujuh pelanggan.

“Saat musim hujan biasanya sepi. Karena orang malas keluar rumah,” katanya.

Untuk tarif perbaikan ban bocor, Pak Har mengenakan jasa tambal Rp 15 ribu/kebocoran ban sepeda motor. Namun tak sedikit pula pelanggan yang minta ganti ban dalam karena kerusakan parah. Tentunya jika ganti ban dalam ongkosnya dan ganti beli ban pun berbeda, total mencapai Rp 35 ribu untuk ganti ban dalam.

“Waktu untuk perbaikan ban bocor sekitar 15 menit. Karena ada teknis pembakaran agar lem penambal menjadi kuat. Kalau langsung ganti ban mungkin agak cepat, hanya butuh waktu 5 menit. Berbeda dengan ban tubles, mungkin agak murah biayanya karena teknis tambal juga lebih mudah,” paparnya.

Namun, dengan perkembangan teknologi dan perubahan perilaku konsumen, profesi tambal ban mulai terabaikan. Meskipun demikian, penting bagi kita untuk menghargai peran yang dimainkan oleh tukang tambal ban. Mereka adalah pahlawan sehari-hari yang dengan keahlian dan dedikasi mereka, membantu menjaga keselamatan dan kenyamanan di jalan.(HS)

Target Rebut Kembali Sabuk Juara Kelas Berat Ringan

Tiga Lokasi Praktik Judi Online Beromzet Miliaran Rupiah di Purwokerto Dibongkar, 11 Orang Diamankan