Taman Meteseh Jadi Tempat Favorit Warga Usir Penat

Warga bersantai di Taman Mateseh, Tembalang untuk melepas penat pada waktu sore hari bersama keluarga dengan suasana asri dan nyaman.

 

TAMAN Meteseh yang berada di Jalan Tunggu Raya, Kelurahan Meteseh, Kecamatan Tembalang, terutama pada sore hari dan tiap akhir pekan selalu ramai.

Sebab, taman yang diresmikan pada 2018 ini, menjadi salah satu tempat favorit yang dimanfaatkan oleh warga sekitar untuk bersantai dan refreshing, sekedar untuk melepaskan penat setelah seharian bekerja.

Di Taman Meteseh ini, meski berada di pinggiran kota, menjadi salah satu pusat keramaian warga. Dari pantauan, sore menjelang malam, taman yang asri ini ramai dikunjungi warga.

Nampak, anak-anak yang didampingi orang tuanya, asyik bermain pancingan ikan dari plastik di kolam mini yang terbuat dari terpal. Anak yang lainnya, juga terlihat serius melukis di sepotong kertas gambar.

Pengunjung dewasa, memanfaatkannya untuk duduk-duduk bersantai, sambil mengobrol dengan rekan maupun keluarganya. Sambil mengawasi anak-anak yang sedang berlarian di taman, maupun mengendarai mobil-mobilan yang disewakan di taman yang teduh ini.

Di tengah-tengah taman terdapat tulisan Taman Meteseh warna merah dengan dilengkapi dua buah jalan dengan gerbang besi yang melengkung berbaris menambah daya tarik pengunjung.

Salah satu pengunjung, Ahmad Kosim (32) mengatakan, dirinya bersama keluarga sering ke Taman Meteseh karena dekat dengan tempat tinggalnya di Dinar Mas.

Menurut dia, dengan berada di taman ini bisa menghilangkan rasa suntuk dan penat setelah seharian bekerja.

“Kalau di rumah saja jenuh. Sering ke sini, biasanya sore hari suasananya adem,” katanya, Minggu (28/2/2021).

Saat refreshing ke taman ini, biasanya dia mengajak keluarga dan anak-anak untuk bermain. Karena mereka bisa bermain di taman dengan aman, dan mudah diawasi.

Di taman ini, khususnya sebelum pandemi juga dilengkapi dengan area untuk permainan anak, seperti perosotan, ayunan dan lainnya. Ada juga permainan mobil-mobilan yang disewakan, juga banyak jajanan kuliner di sini.

Diakuinya, taman ini akhir pekan selalu ramai, terutama hari Sabtu dan Minggu.

“Kalau cuaca cerah, pengunjung taman masih ramai sampai malam hari. Tapi, sejak ada pandemi, pengunjung tak seramai biasanya, karena warga lebih banyak menghabiskan waktunya di rumah. Pada pukul 20.00 sudah sepi, ” terangnya.

Di taman ini, lanjut dia, tak hanya dilengkapi permainan anak, tapi juga ada sarana olahraga, yakni lapangan futsal. “Lapangan ini juga selalu ramai karena dimanfaatkan warga sekitar untuk bermain futsal.

Selain itu, ada toilet umum, fasilitas kebersihan seperti tong sampah untuk menampung sampah pengunjung,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang, Ali mengatakan, penambahan ruang terbuka hijau (RTH) memang masih menjadi fokus Disperkim tahun 2021 ini. Dia ingin setiap kecamatan memiliki RTH sebagai sarana beraktivitas masyarakat sekaligus memecah keramaian agar tidak hanya di pusat kota.

Dalam Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang menyebutkan, bahwa 30 persen wilayah kota harus berupa RTH yang terdiri dari 20 persen publik dan 10 persen privat.

Menurutnya, jumlah RTH di Kota Semarang masih kurang cukup banyak jika mengacu aturan tersebut. Ali menyebutkan, dari 16 kecamatan yang ada di Kota Semarang saat ini telah memiliki RTH.

Hanya, dia ingin memperbanyak titik-titik di setiap kecamatan.

“Kami masih berusaha RTH tidak hanya satu tempat saja, tapi beberapa tempat di setiap kecamatan ada, agar kerumunan tidak menjadi satu,” terang Ali.

Dia melanjutkan, Disperkim Kota Semarang berencana menambah dua RTH tahun ini, yakni Taman Kruing Saninten dan Taman Rejomulyo. Pembangunan dua taman tersebut sempat tertunda akibat refocusing anggaran penanganan Covid-19 pada 2020 lalu.

Proyek pembangunan Taman Kruing Saninten saat ini telah masuk lelang. Anggaran taman tersebut sebesar Rp 1,7 miliar. Sedangkan, Taman Rejomulyo akan dibangun dengan mekanisme Corporate Social Responsibility (CSR).

“CSR belum fix, tapi saya sudah hadapkan ke Pak Wali. Semoga pihak CSR jadi. Rencananya akan mengeluarkan Rp 18-20 miliar,” terangnya.

Dengan dana sebanyak itu, lanjut Ali, Taman Rejomulyo tidak hanya didesain sebagai taman saja. Namun ada beberapa fasilitas lain yang bisa membantu masyarakat mengembangkan perekonomian.

Di antaranya, ada lahan parkir, tempat olahraga, dan gedung pertemuan yang bisa disewakan. Sarana itu tentu akan dapat menambah perekonomian masyarakat sekitar.

“Terutama, lahan parkir untuk mendukung kawasan wisata Kota Lama karena Rejomulyo tidak jauh dari Kawasan Kota Lama,” pungkas Ali.(HS)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.