in

Taman Lalu Lintas Mangkang Semarang Mangkrak

Kondisi Taman Lalu Lintas Mangkang saat ini ditutup dengan pagarnya terkunci dan di dalamnya dipenuhi rumput liar menutupi sebagian area praktik simulasi lalu lintas, tempat duduk, dan ayunan anak-anak.

 

HALO SEMARANG – Kondisi Taman Lalu Lintas Mangkang Semarang yang berada di depan dari objek wisata Semarang Zoo atau Bonbin Mangkang saat ini terlihat memperihatinkan. Sebab, pembangunan taman untuk wisata edukasi bagi anak-anak mengenai tata-tertib dan etika berlalu lintas di jalan raya Semarang-Kendal yang menelan anggaran capai Rp 2,3 miliar ini, sekarang kondisinya mangkrak.

Bahkan, berubah menjadi semak-semak, karena dipenuhi rumput liar menutupi sebagian area praktik simulasi lalu lintas, tempat duduk, dan ayunan anak-anak.

Dari pantauan baru-baru ini, pintu gerbang masuk Taman Lalu Lintas itu tertutup rapat. Dengan kondisi pintu dikunci, sehingga tidak bisa melihat kondisi di dalam taman ini secara jelas. Namun, dari luar pagar pembatas taman, nampak ditumbuhi rumput liar lebih dari satu meter. Semak-semak bahkan menutupi rambu-rambu lalu -lintas, dan praktik simulasinya.

Padahal, setelah dibuka dan diresmikan pada tahun 2016 lalu, taman Lalu Lintas ini menjadi primadona anak-anak dan masyarakat untuk bermain sambil belajar yang berhubungan dengan aturan berlalu lintas.

Salah satu warga Mangkang, Alif mengatakan, sudah beberapa tahun ini, taman Lalu Lintas Mangkang kondisinya tak terurus dan mangkrak.

“Sayang kalau taman yang dibangun dengan biaya tak sedikit ini tidak bermanfaat. Seharusnya, dinas terkait bisa melakukan penataan ulang dan memanfaatkan kembali Taman Lalu Lintas Mangkang agar kembali jadi magnet bagi anak-anak dan masyarakat untuk datang,” ujarnya, Minggu (25/7/2021).

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub ) Kota Semarang, Endro P Martanto mengatakan, secara aset taman Lalu Lintas berada di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang. Sedangkan terkait pembangunan taman tersebut, pihaknya hanya melakukan setting tempat dan pembuatan sistemnya.

“Saat ini asetnya berada di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Dishub hanya diminta untuk membantu dalam pembuatan sistem dan setting tempat saat awal pembangunannya. Kami akan berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata untuk persoalan ini,” terangnya.

Hingga berita ini diturunkan belum ada keterangan resmi dari Dinas Pariwisata Kota Semarang tentang mangkraknya Taman Lalu Lintas Mangkang.(HS)

Share This

Mahasiswa di Brebes Bagikan Bansos pada Masyarakat Terdampak PPKM

Ganjar Borong Dagangan PKL dan Bagikan Makanan Saat Gowes