in

Taman Lalu Lintas Mangkang Mangkrak, Begini Komentar DPRD Kota Semarang

Kondisi Taman Lalu Lintas Mangkang saat ini ditutup dengan pagarnya terkunci dan di dalamnya dipenuhi rumput liar menutupi sebagian area praktik simulasi lalu lintas, tempat duduk, dan ayunan anak-anak.

 

HALO SEMARANG – Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Muhammad Afif menyayangkan kondisi mangkraknya Taman Lalu Lintas Mangkang sampai saat ini. Sebab, taman tersebut dibangun dengan anggaran yang tidak sedikit yaitu mencapai Rp 2,3 miliar.

Muhammad Afif mengatakan, pihaknya juga mendorong dibukanya kembali taman Lalu Lintas Mangkang yang kini tutup dan tidak difungsikan. Pihaknya juga meminta kepada pemerintah Kota Semarang dalam hal ini Dinas terkait, yakni Dinas Kebudayaan dan Pariwisata untuk tetap melakukan perawatan atau pemeliharaan terhadap asetnya.

“Sayang, kalau taman Lalu Lintas Mangkang ini dibiarkan mangkrak dan terlihat tak terawat. Kalau tidak dirawat tentu nantinya akan rusak. Padahal aset taman seluas sekitar 5000 meter ini seharusnya bisa dimanfaatkan kembali untuk menarik minat masyarakat untuk berkunjung,” katanya, Kamis (29/7/2021).

Memang disaat pandemi ini, kata Afif, baik tempat wisata maupun taman publik ditutup sementara. “Namun terkait Taman Lalu Lintas Mangkang seharusnya tetap ada perawatan dan pemeliharaannya,” imbuhnya.

Dijelaskan Afif, sebenarnya Taman Lalu Lintas Mangkang setelah dibuka untuk umum pada 2016 lalu, merupakan salah-satu objek wisata potensial di Kota Semarang, khususnya untuk wisata edukasi bagi anak-anak, dan pelajar tingkat TK.

Dalam hal untuk belajar tata-tertib dan beretika berlalu lintas di jalan raya.

“Lengkap dengan praktik simulasi berlalu lintas di jalan raya untuk anak-anak, dan replika rambu-rambu lalu lintas. Sehingga bermanfaat untuk mengenalkan tertib berlalu lintas kepada anak usia dini,” paparnya.

Dia berharap, Pemerintah Kota Semarang dapat membuka dan mengoperasionalkan kembali Taman Lalu Lintas Mangkang.

“Saya harap dinas terkait mencari solusi seperti apa pengembangannya nanti, tentunya juga bersama DPRD. Misalnya jika ada masalah anggaran, atau pengelolaan taman tersebut juga perlu dibahas dan dikaji lebih mendalam lagi guna menghidupkan kembali Taman Lalu Lintas ini agar tak mangkrak,” pungkasnya.

Seperti diketahui, dari pantauan halosemarang.id baru -baru ini, kondisi pintu gerbang Taman Lalu Lintas Mangkang tetutup rapat. Dengan kondisi pintu dikunci, sehingga tidak bisa melihat kondisi di dalam taman ini secara jelas.

Namun dari luar pagar pembatas taman, nampak di dalamnya ditumbuhi rumput liar.

Bahkan, rumput liar ini menutupi jalan, tempat duduk dan ayunan anak-anak. Rumput liar juga menutupi perlengkapam praktik simulasi rambu-rambu lalu-lintas dan lainnya.(HS)

Share This

Rotary Club Semarang Sentral dan PMI Beri Pelatihan Pembuatan Eco Enzyme

Kemenag Imbau Masyarakat Tidak Terpengaruh Informasi Hoax Percepatan Ibadah Haji