in

Taman Balai Kota Semarang Disulap Jadi Lahan Urban Farming

Padi ditanam di taman Balai Kota Semarang yang saat ini dijadikan untuk lahan urban farming atau pertanian kota.

 

HALO SEMARANG – Kompleks Balai Kota Semarang saat ini sebagian lahannya digunakan untuk pertanian kota atau dikenal dengan urban farming.

Dari pantauan, tanaman yang ditanam adalah jenis buah, tanaman hias, serta pangan. Berbagai jenis tanaman ini umumnya ditaruh di dalam pot, misalnya tanaman buah (tabulampot), ada sekitar 10 jenis tanaman buah, di antaranya jambu kristal, anggur, jeruk, dan srikaya.

Tak hanya tanaman buah, tapi juga jenis tanaman pangan, seperti padi yang ditanam di lima pot.

Tanaman hias, juga terlihat yakni bunga anggrek yang ditempelkan di beberapa pohon yang menjadi peneduh taman ini. Sehingga menambah suasana asri dan dan nyaman di taman yang berada di pusat kota ini.

“Urban farming saat ini juga dikembangkan di lahan kompleks taman Balai Kota Semarang. Baik itu, tanaman buah, dan pangan yang ditanam di dalam pot,” kata Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kota Semarang, Hernowo Budi Luhur, Minggu (20/2/2021).

Hernowo, menambahkan, semua tanah atau lahan yang ada, meski terbatas bisa dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian kota atau urban farming.

“Misalnya  berupa tabulampot (tanaman buah dalam pot), aquakultur, hidroponik dan sebagainya. Dan jenis buah yang ditanam, mulai dari anggur, srikaya, jambu kristal dan lain-lain,” imbuhnya.

Saat ini, kata Hernowo, jumlah kelompok urban farming di Kota Semarang yang telah terdaftar secara resmi ada 110 kelompok. “Sedangkan untuk kelompok tani ada sebanyak 389 kelompok tani (poktan) di Kota Semarang,” katanya.

Di sisi lain, untuk pemasaran hasil urban farming saat ini masih dalam lingkup skala rumah tangga.

Namun memang masih ada kendala, yaitu terkait kontinuitas atau keberlanjutan produksi. Karena, ketika harus dipasarkan, kontuinuitas produksi itu harus terjamin.

“Saat ini kami berupaya membangun pasar dengan membuat jejaring, agar produk yang dihasilkan bisa dipasarkan antarmereka. Masih dilatih agar kontinuitasnya terjaga, sehingga pasar terbentuk, dan dapat untuk menjual produk dengan baik,” terangnya.(HS)

Share This

Prakiraan Cuaca Semarang Dan Sekitarnya, Minggu (21/2/2021)

Kapolda Jateng Turun Langsung Bagikan Bantuan Masker Dan Makan Malam Gratis Untuk Warga