Tak Tahu Kapan Pandemi Covid-19 Berakhir, Bupati Blora Minta Warganya Hadapi Kenyataan

Vaksinasi Covid-19 tahap kedua di Kabupaten Blora. (Foto : Blorakab.go.id)

 

HALO BLORA –  Bupati Blora Djoko Nugroho mengakui tingkat kesembuhan pasien Covid-19 di wilayahnya masih di bawah tingkat provinsi dan nasional.

Karena itu Pemkab Blora melakukan berbagai upaya, untuk mempercepat kesembuhan pasien Covid-19 tersebut. Selain pengobatan pada pasien, suasana rumah sakit pun dibuat nyaman, sehinga pasien tidak merasa terpaksa.

Bupati juga mengingatkan masyarakat, bahwa pandemi Covid-19 masih terjadi. Dia juga mengatakan tidak tahu, kapan pandemi ini akan berakhir. Mungkin pula bisa berbulan-bulan atau bertahun-tahun kemudian.

“Meski demikian, jangan panik. Juga jangan menyangkal. Ini kenyataan yang harus kita hadapi bersama,” ungkap Bupati Blora.

Menurut dia, jalan terbaik mengatasi wabah Corona, adalah mengubah perilaku sehari-hari dan berfikiran positif. “Pakai masker, cuci tangan, jaga jarak, hindari kerumunan, mengurangi mobilitas. Alhamdulilah, pemerintah memberikan vaksinasi kepada kita semuanya. Ini harapan kita semuanya, dan kita manfaatkan sebaik-baiknya dalam rangka menyempurnakan, melengkapi protokol kesehatan yang sudah kita laksanakan semuanya. Insya Allah dengan cara seperti ini kita akan sehat semuanya,” kata Djoko Nugroho.

Setelah mendapatkan dosis kedua vaksin Covid-19, Bupati juga mengajak untuk tidak takut divaksin. Walaupun demikian, setelah mendapatkan vaksin pun tidak bisa seenaknya.

Untuk diketahui, Bupati Djoko Nugroho telah mendapatkan dosis kedua vaksin Covid-19 di area parkir RSU dr R  Soetijono Blora, Senin (25/1) lalu.

Vaksinasi tahap kedua ini dilakukan setelah 14 hari mendapatkan vaksin tahap pertama.

Menurut Bupati, vaksin ini tidak akan secara total melindungi tubuh, tetapi setidak-tidaknya membantu memberikan kekebalan.

“Sekalipun kita sudah divaksin, protokol kesehatan harus tetap dilaksanakan. Masa-masa sulit ini, harus kita hadapi bersama. Saya tahu, terkait vaksinasi ini, kemarin banyak masyarakat Blora yang ragu-ragu. Karena itu saya yang divaksin pertama kali,” jelas Bupati Blora.

Dalam kesempatan itu Bupati Blora menyampaikan terima kasih kepada petugas gabungan terdiri TNI, Polri, Satpol PP, Bidang Perhubungan Dinrumkimhub dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta seluruh komponen masyarakat, yang telah ikut mendukung dan berperan aktif pada pelaksanaan gerakan dua hari “Jateng di Rumah Saja”.

“Itu langkah bagus, jadi kalau ada yang sambat ya salah. Dari dulu kita tidak pernah menutup, yang lain ditutup semua kita justru berani meyakinkan, kita selama ini belum pernah melakukan penutupan. Memang niat kita ekonomi dan kesehatan harus sama-sama, Cuma diatur waktunya saja,” tegas bupati Blora.

Bahkan ke depan, menurut bupati, gerakan itu bisa dilakukan kembali.

Pejabat Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blora dr Henny Indriyanti M Kes, mengatakan pihaknya akan segera menyosialisasikan vaksinasi Covid-19 kepada TNI, Polri, ASN dan perangkat desa.

Selain itu, meski sudah divaksin Covid-19, tegas Henny Indriayanti, harus tetap patuh protokol kesehatan. Memakai Masker, Mencuci Tangan, Menjaga Jarak, Menjahui Kerumunan dan Mengurangi Mobilitas (5M).

Sementara itu Wakil Ketua DPRD Blora, Siswanto menyampaikan apresiasi atas antusias tenaga kesehatan yang sebagian telah mendapatkan vaksin Covid-19 dan sebagian lagi memberikan pelayanan.

“Ini bagus, saya tadi menerima laporan dari sejumlah Puskesmas. Vaksin ini jenisnya sama. Kalau kita sehat ya semakin sehat,” kata dia.

Harapannya, kata dia, sebanyak 500 ribu vaksin yang disiapkan nanti bisa segera datang ke Blora, dan segera nanti diberikan kepada warga Blora.

“Harapan saya, anggota dewan dan wartawan harus segera divaksin,” tegasnya. (HS-08).

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.