Tak Semua Air Minum Dari Depot di Kota Pekalongan Lolos Uji

Pengujian air minum di laboratorium (Foto : jatengprov.go.id)

 

HALO PEKALONGAN – Berhati-hatilah dalam membeli air minum, terutama di depot-depot air minum. Ternyata dari hasil uji laboratorium di Kota Pekalongan, ditemukan ratusan sampel air yang belum memenuhi syarat.

Kepala Seksi Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja dan Olahraga Dinkes Kota Pekalongan, Ike Ani Windiastuti, mengatakan pihaknya bersama Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda), rutin menguji kualitas produk yang dijual oleh depot-depot air minum di kota tersebut. Ini untuk memastikan kualitas air minum yang dikonsumsi oleh warga.

Hingga November tahun ini, pihaknya telah menguji 435 sampel. Dari jumlah tersebut, 274 sampel sudah memenuhi syarat. Adapun 161 sampel lainnya belum memenuhi syarat.

“Pengecekan air minum isi ulang rutin dilaksanakan, ada pengawasan internal dan eksternal. Tahun 2019 ada 79 depot air minum yang terdaftar, dan tahun ini ada 74 yang masih beroperasi,” kata Ike, seperti dirilis Jatengprov.go.id .

Dijelaskan Ike, setiap bulan pihaknya mengecek kualitas air pada depot. Ini untuk menjamin keamanan produk, agar tetap baik dikonsumsi konsumen.

“Ada empat parameter untuk menguji kualitas air yakni fisik, bakteriologi, kimia, dan radioaktivitas. Tiga pengujian dapat kami lakukan, kecuali untuk pengecekan radioaktivitas,” kata Ike.

Uji bakteriologi dilakukan sebulan sekali untuk depot yang produksinya besar, dan depot yang produksinya sedikit, minimal dua bulan sekali.

“Untuk teknis pengecekannya, kami dibantu sanitarian dari puskesmas untuk mengambil sampel air minum yang kemudian diuji di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda),” papar Ike.

Jika ditemukan depot air minum isi ulang yang tiga kali berturut-turut sampelnya tidak laik, maka akan kami tutup sementara. Selama ini Dinkes juga terus memberikan penyuluhan dan pembinaan kepada pengusaha depot air minum.

Ike mengimbau, agar konsumen jeli membeli air minum ke depot air minum, yang memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (ISLH).

“Air minum isi ulang dapat dikonsumsi langsung maksimal 2×24 jam.  Selain itu lebih baik jika direbus dahulu,” kata Ike. (HS-08)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.