in

Tak Mudah Main di Premier League

Erling Haaland/dok

HALO SEMARANG – Manchester City memboyong Erling Haaland pada bursa transfer musim panas ini dari Borussia Dortmund.

Haaland ditebus 60 juta euro atau (sekitar Rp 937 miliar) plus beberapa bonus.

Erling bermain cemerlang di Bundesliga Jerman pada musim 2020-2022.

Sebelumnya, dia membela RB Salzburg pada musim 2019-2020.

Bersama RB Salzburg, Haaland menghasilkan 29 gol dan tujuh asis dari 27 pertandingan.

Sementara di Dortmund, striker asal Norwegia ini mengemas 83 gol dan 19 asis dari 87 laga.

Jumlah golnya di Liga Champions juga termasuk luar biasa.

Pemain 21 tahun itu mencetak 23 gol dari 19 partai.

Mulai musim depan, Erling akan mencoba kerasnya Liga Primer Inggris.

Yang jelas, Premier League bakal lebih sulit dibandingkan Liga Austria dan Jerman.

Tantangan lain Haaland adalah Manajer Manchrester City Pep Guardiola sudah dua musim terakhir jarang memakai penyerang tengah.

‘’Bakal menarik melihat Haaland bersaing di Premiership. Saya rasa tim-tim lain tak akan langsung menyerah ketika bertemu City. Haaland masih akan berkembang dan belajar,’’ ujar Jamie Carragher, pengamat sepak bola Inggris dan mantan bek Liverpool, seperti dilansir dari Sky Sports.

Carragher meyakini Erling tidak mudah untuk menyesuaikan diri dengan Premier League.
Liga Primer Inggris menuntut setiap pemainnya untuk bugar dan konsisten karena jadwal yang sangat padat.

Premiership adalah liga yang paling aktif dan menuntut kesiapan fisik yang prima.

Tidak sedikit pemain-pemain bintang yang gagal bersinar terang di Premier League. (HS-06)

Pantas Optimistis di Sirkuit Favorit

Saatnya Dongkrak Perekonomian Jateng