in

Tak Memungkinkan Ditanam Pohon Peneduh Jalan, Sepanjang Jembatan Jatingaleh Dihijaukan dengan Ribuan Tanaman Hias

Ribuan tanaman hias jenis sansevieria atau lidah mertua yang ditanam di kedua sisi sepanjang jembatan layang Jatingaleh membuat pandangan lebih asri.

 

HALO SEMARANG – Sedikitnya 2.000 pohon tanaman hias jenis sansevieria atau disebut lidah mertua ditanam untuk penghijauan di sepanjang ruas Jalan Teuku Umar, jembatan layang Jatingaleh hingga tanjakan Gombel, Kota Semarang.

Selain, sansevieria sebagai pemanis pemandangan, nampak tanaman hias lainnya jenis bunga bougenville juga ditanam membuat makin indah saat melintas di jalan tersebut.

Terlihat kedua jenis tanaman hias baik sansevieria atau lidah mertua maupun bougenville, ditanam berjajar rapi di median jalan layang Jatingaleh, dan kedua sisi kanan dan kiri di ruas jalan ini. Untuk lidah mertua ditanam dengan meggunakan pot jenis goni, yang digantungkan di tiang pembatas jalan. Sedangkan, bougenville ditanam dalam pot berbahan plastik didudukkan dengan tiang jenis besi.

Kepala Bidang Pertamanan dan Pemakaman Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim), Murni Ediati mengatakan, pihaknya memang tidak memungkinkan untuk menghijaukan dengan jenis pohon peneduh, yang ukurannya lebih besar. Salah-satu kendala karena tidak cukup luasan untuk penanaman pohon, baik di kedua sisi kiri dan kanan dan median jalan tersebut. Apalagi kondisinya saat ini sudah dicor beton.

“Sehingga hal ini akan membongkar jika akan ditanam langsung karena tanaman pohon peneduh butuh cukup ruang agar akarnya tumbuh kuat,” katanya, Rabu (15/9/2021).

Dikatakan Pipie, sapaan akrabnya, sedikitnya ada 2.000 tanaman hias jenis sansevieria atau lidah mertua dan sekitar 3.500 jenis sirih gading yang ditanam.

“Saat ini kami sudah tanam sansevieria dan sirih gading. Kalau tanaman pohon peneduh jalan ukurannya besar tidak memungkinkan ditanam yang kondisi median dan tepi jalan layang Jatingaleh yang sudah dibeton dan sempit ini,” imbuhnya.

Dipilih jenis lidah mertua dan bougenville lebih banyak ditanam di ruas jalan protokol Kota Semarang, karena lebih tahan dengan cuaca panas di musim kemarau maupun musim hujan.

“Selain itu, manfaat sanseviera juga dapat memproduksi lebih banyak oksigen, sehingga kualitas udara lebih bersih. Lidah mertua membersihkan udara lebih baik daripada kebanyakan tanaman lainnya. Tanaman ini memiliki kemampuan untuk menyerap jumlah karbon monoksida dan karbon dioksida yang berlebihan. Serta mampu menyerap racun dan melepas oksigen dan dapat mengurangi alergen atau hal-hal yang menyebabkan alergi di udara,” papar Pipie.

Salah satu warga, Imron mengatakan, adanya tanaman hias berupa jenis lidah mertua dan bougenville ini membuat pemandangan di sepanjang ruas jalan Teuku Umar lebih asri. Sehingga tidak terlihat gersang dan terasa panas.

“Kalau bisa diperbanyak lagi dengan pohon peneduh jalan, yang dipilih pohon dengan daunnya rindang, sehingga saat cuaca panas di siang hari jadi lebih sejuk. Sehingga membuat pengendara, khususnya roda dua tidak terlalu panas saat melintas di jalan tersebut,” pungkasnya.(HS)

Share This

Tak Mau Pisah, Keinginan Dara Kembar Jadi Guru Ekonomi

Pedagang Kecewa dengan Pembagian Kios di Pasar Johar Cagar Budaya