Tak mau Terbebani Status Juara Bertahan

Joan Mir/dok.

 

HALO SPORT – Joan Mir, kampiun MotoGP 2020, tak mau terbebani status sebagai juara bertahan. Dia bertekad tampil maksimal di setiap seri.

Pembalap Suzuki Ectar itu akan menjadi incaran utama untuk dikalahkan. Para pesaingnya juga siap merampas titel juara dunia darinya.

Upaya Joan untuk mempertahankan gelar juga tak mudah. Pasalnya, akan ada lebih banyak balapan yang digelar musim ini (19 seri, tahun lalu hanya 14).

Selain itu, hanya ada satu sirkuit yang dimainkan dua kali, yakni Losail untuk gelaran MotoGP Qatar dan MotoGP Doha. Kembalinya Marc Marquez bisa juga menjadi tantangan berat buat Mir.

Komposisi rider pabrikan kompetitor seperti Yamaha, Honda, hingga Ducati juga sebagian besar berubah. Persaingan bakal menjadi lebih ketat dan seru.

Meski demikian, Mir tak mau menaruh beban besar pada dirinya sendiri. Dia memang menargetkan kembali menjadi juara dunia, tapi dia akan mencoba menjalani lomba dengan rasa nyaman.

‘’Berstatus juara dunia memang bisa menghadirkan lebih banyak perasaan stres. Jika saya tidak mendapatkan podium di setiap balapan, saya akan dicap buruk,’’ ujar Mir seperti dikutip dari Motorsport-Total.

Joan berambisi menjadi yang tercepat. Dia juga ingin tetap kompetitif setiap hari.

‘’Yang paling penting adalah bisa menikmati tekanan itu, dan membiasakan diri dengan hal tersebut,’’ tegas pria 23 tahun asal Spanyol ini.

MotoGP seri pertama akan dimulai di Sirkuit Losail, 28 Maret mendatang. Mir bakal kembali berduet dengan rekan senegaranya, Alex Rins. (HS)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.