in

Tak Mau Pisah, Keinginan Dara Kembar Jadi Guru Ekonomi

Deviananda Anggreini dan Devananda Anggreini mahasiswa Pendidikan Ekonomi, Universitas PGRI Semarang.

 

PAGI itu tak seperti biasanya. Dua dara muda itu harus sudah siap berpakaian rapi, atasan putih dengan rok hitam, serta jilbab putih. Dari Tembalang, Kota Semarang, mereka menuju ke Jalan Dr Cipto.

Mereka akan mengikuti pembukaan orientasi di kampus baru mereka.
Deviananda Anggreini dan Devananda Anggreini diterima di Pendidikan Ekonomi, Universitas PGRI Semarang. Keduanya saudara kembar, sama-sama lahir pada 10 Oktober 2002 dari orang tua Juwarno dan Sugiyati.

Mereka berboncengan mengendarai sepeda motor menuju kampus. Seperti hari-hari yang lalu dan sudah berulang kali, Deva berperan menjadi pengendara, dan Devi membonceng.
“Devi nggak bisa naik motor biasa, bisanya matik,” ungkap Devi kepada halosemarang.id, Rabu (15/9/2021).

Dara kembar ini, sejak kecil hingga menyandang status mahasiswa memang selalu bersama dalam urusan pendidikan.
Mereka mengaku sudah lama menyukai pelajaran Ekonomi. Begitu ada kesempatan kuliah, mereka langsung sepakat mengambil Pendidikan Ekonomi di Universitas PGRI Semarang, jurusan yang sama diambil oleh kakak mereka yang kini sudah jadi guru.

“Sejak TK sampai kuliah penginnya sama-sama,” ujar Deva.

Dalam menempuh pendidikan, mereka memang merasa lebih baik dan terbiasa bersama supaya bisa saling bantu membantu.

“Sekarang pun kami minta ditempatkan di kelas yang sama, biar bisa berangkat sama-sama naik motor dari rumah,” ungkap Deva.

Ke mana-mana, mereka tak malu saat harus mengendarai sepeda motor bapaknya yang bercat orange dengan logo khas kantor pos Indonesia.

“Sudah biasa, nggak apa-apa, malu juga tidak. Tapi kalau ketemu sesama motor atau mobil pos pasti disapa sama bapak pos,” kenang Deva yang hobi berenang dan berolahraga ini.

Deva dan Devi sudah berikhtiar ingin menasbihkan menjadi guru. Ia terdorong dengan rutinitas sehari-harinya saat membantu mengerjakan pekerjaan rumah (PR) sekolah oleh tetangganya.

“Kami punya kakak perempuan, dan dia menjadi guru. Saya sering diminta bantuan buat mengerjakan tugas-tugas dari sekolah. Jadi lama-lama saya ikut tertarik menjadi guru,” ungkap mereka berdua kompak.(HS)

Share This

AKBP Yuniar Ariefianto Pimpin Upacara Sertijab Tiga Pejabat Baru di Polres Kendal

Tak Memungkinkan Ditanam Pohon Peneduh Jalan, Sepanjang Jembatan Jatingaleh Dihijaukan dengan Ribuan Tanaman Hias