Tak Lagi Tinggal Di Hunian Sementara, Warga Kampung Tambakrejo Kini Menempati Rumah Baru

Warga Kampung Nelayan Tambakrejo melaksanakan pindahan rumah dari Huntara menuju rumah baru, Sabtu (13/2/2021).

 

HALO SEMARANG – Raut wajah sumringah terpancar dari ratusan warga Kampung Nelayan Tambakrejo, Kelurahan Tanjungmas, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang, ketika tiba saatnya menghuni rumah baru yang mereka idam-idamkan selama menghuni di tempat relokasi.

Mulai saat ini, warga Tambakrejo yang pernah merasakan pahitnya tergusur akibat proyek normalisasi Banjirkanal Timur beberapa tahun lalu, kini sudah bisa menempati rumah deret yang dibangun Pemkot Semarang.

Sebagai ungkapan atas rumah yang sudah dapat mereka huni, warga melakukan pindahan dari tempat sebelumnya di Hunian Sementara (Huntara) dengan iringan Rebana. Setelah sampai di rumah baru, para warga berhenti di perempatan, mengadakan tasyakuran, Sabtu (13/2/2021).

“Syukurlah, hari ini kami bisa pindahan bareng-bareng. Ini sebagai ungkapan kami atas kebahagiaan sudah bisa menempati rumah,” ungkap Ketua RT VI RW XVI, Rohmadi kepada halosemarang.id.

Rohmadi mengatakan, terdapat 97 rumah yang hampir seluruh warganya sudah pindah menempati rumah baru.

“Hampir 100 persen warga sudah pindah. Ada 97 rumah di sini, sesuai dengan jumlah KK,” imbuhnya.

Lebih lanjut, dirinya menyampaikan, masih ada beberapa fasilitas publik yang belum dilengkapi. Di antaranya yaitu, musala, Taman Pendidikan Al-Quran (TPQ), Ruang Terbuka Hijau (RTH), dan tempat berjualan untuk warga.

“Semua yang kami perjuangkan belum sepenuhnya ada di sini, seperti musala, TPQ, RTH, dan saung-saung untuk warga berjualan kuliner hasil laut,” harapnya.

Rohmadi menambahkan, pihaknya berharap Kampung Nelayan Tambakrejo akan menjadi destinasi wisata di Kota Semarang.

Sementara itu, warga Tambakrejo lainnya, Abdul Rahman yang juga nampak sumringah, dirinya tidak membayangkan bisa menempati rumah yang sekarang dihuninya.

“Saya sangat bersyukur, saya enggak membayangkan sekarang sudah bisa menempati rumah ini,” tutur Abdul.

Dirinya menceritakan, sebelumnya tinggal di Huntara selama hampir dua tahun bersama warga lainnya.

“Hampir dua tahun saya di Huntara, di sana ruangannya sempit dan sumpek, tapi saya bersyukur sudah tinggal di sana. Apalagi sekarang, diberi rumah seperti ini,” ucapnya.

Abdul menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota Semarang, sudah memperhatikan warga Kampung Nelayan Tambakrejo hingga menempati rumah yang diperjuangkan.

Warga Kampung Nelayan Tambakrejo menempati rumah barunya di bekas Bantaran Kalimati yang berdampingan dengan Banjir Kanal Timur (BKT) Kota Semarang.

Sementara itu, Kepala Disperkim Kota Semarang, Ali menjelaskan, ada 97 keluarga yang akan menempati rumah deret tersebut.

Untuk sementara selama setahun, Pemkot Semarang memberikan kebijakan mengratiskan rumah deret kepada warga.

“Sistemnya nanti sewa, tapi masih kami godok agar masyarakat tidak keberatan. Dalam waktu dekat ini akan kami beri kabar,” ujarnya.

Ali mempersilakan apabila warga hendak menambahi ruangan di belakang bangunan, atau melakukan perbaikan rumah.

Namun harapannya, untuk penambahan ruangan bisa diseragamkan dengan yang lain agar tidak terkesan kumuh. Selain itu, pihaknya juga sudah menyediakan saluran listrik dan jaringan air PDAM. Nantinya, biaya listrik dan air menjadi tanggung jawab pengguna rumah.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.