in

Tak Ada Kekerasan, Petugas Satpol PP Bubarkan PKL “Nakal” di Kaliwungu

Satgas Covid-19 Kendal menegur dan mengingatkan PKL agar segera menutup lapaknya di seputar alun-alun Kaliwungu, Rabu (14/7/2021) malam.

 

HALO KENDAL – Sebagian besar pedagang kaki lima (PKL) di Alun-alun Kaliwungu, Kendal masih tetap berjualan melampaui jam batas operasional pukul 20.00 WIB.

Para pedagang baru berkemas menutup jualannya setelah Tim Gabungan yang terdiri dari jajaran TNI, Polri, Satpol PP dan Dinas Perhubungan Kendal melakukan razia, Rabu (14/7/2021) malam.

Demikian juga para PKL yang ada di kawasan Bukit Jabal dan kawasan pertokoan Pandean serta PKL di tepi-tepi jalan di Kaliwungu, Kabupaten Kendal.

Anggota Satpol PP Kendal, Hasan Ma’ruf mengatakan, petugas gabungan menyisir sepanjang Jalan Raya Timur Alun-alun Kaliwungu menuju kawasan Bukit Jabal.

“Selain itu juga menyisir jalan sekitar Masjid Al Muttaqin dan Jalan Pandean yang menjadi pusat berjualan para PKL di malam hari,” ujarnya.

Ratusan PKL yang mangkal di sekitar alun-alun dan pinggir jalan dipaksa untuk menutup dagangannya karena sudah melewati batas jam operasional pukul 20.00 WIB. Meski begitu tak ada kekerasan dalam razia ini.

“Begitu pula puluhan PKL yang menjajakan dagangannya di sekitar Bukit Jabal komplek pemakaman Kaliwungu,” jelas Hasan.

Ditambahkan, petugas pun melakukan dua kali penyisiran, karena banyak pedagang yang kucing-kucingan dengan petugas.

“Pedagang tak mau tutup lebih awal dengan alasan dagangannya belum habis. Termasuk pedagang pertokoan, karena masih banyak pembeli,” imbuh Hasan.

Ia pun mengaku, masih banyak pedagang yang tidak taat aturan untuk menutup lapaknya sesuai batas jam malam. Namun demikian para pedagang kooperatif, ketika petugas memintanya untuk tutup.

“Para pedagang kebanyakan koperatif, segera menutup jualannya. Meski ada beberapa pedagang yang ngeyel, tetapi akhirnya mau juga menutup lapaknya,” ungkapnya.

Bahkan, lanjut Hasan, saat melakukan penyisiran di Bukit Jabal, petugas membubarkan banyak remaja yang lesehan di tikar-tikar dan duduk-duduk di beberapa kafe dan pinggiran makam.

Untuk itu, operasi penegakan aturan ini, akan dilakukan oleh petugas gabungan setiap harinya sepanjang PPKM darurat berlangsung.

Meski begitu, dirinya berharap tidak ada perpanjangan PPKM Darurat ini. Asalkan kerja sama antara masyarakat dengan pemerintah dalam menekan angka Covid-19 di Kendal berjalan baik.

“Razia akan terus berjalan dan semoga tidak ada perpanjangan PPKM Darurat, asalkan masyarakat bisa mendukung program ini,” pungkasnya.(HS)

Share This

Bingung Putuskan Tetap Membalap atau Pensiun

Tetralogi yang Sulit Terealisasi