Tahun ini BBWS Pemali Juana Atasi Rob di Kota Pekalongan

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Muhammad Adek Rizaldi. (Foto : Pekalongankota.go.id)

 

HALO PEKALONGAN – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan, tahun ini akan memulai penanganan banjir dan rob di Kota Pekalongan.

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Muhammad Adek Rizaldi, mengatakan terdapat tiga paket pekerjaan penanganan banjir rob dari tiga sungai besar di Kota Batik tersebut, yaitu Sungai Lodji, Sungai Banger, dan Sungai Gabus Pekalongan.

Selain pengerjaan penanganan dan pengendalian banjir rob dari sungai, penanganan tanggul pantai juga akan dilakukan untuk mengantisipasi banjir rob melimpas ke permukiman warga.

- Advertisement -

Menurutnya, paket pekerjaan yang bersumber dari dana APBN tersebut, saat ini masih dalam tahap lelang  yang ditargetkan akan selesai proses lelang selama dua bulan ke depan.

“Target kami paket pekerjaan ini selama tiga tahun mulai tahun 2021-2023 mendatang, dengan anggaran total sebesar Rp 1,24 Triliun. Ada 3 paket pekerjaan yaitu di Sungai Lodji,SungaiBanger,Sungai Gabus dan penanganan tanggul pantai,” tuturnya, seperti dirilis Pekalongankota.go.id.

Dijelaskan Adek, penanganan banjir rob di Kota Pekalongan sedikit agak berbeda dari penanganan banjir rob di Kabupaten Pekalongan.

“Dari Kabupaten Pekalongan, kejadian banjir rob memang dari daratan yang sudah mengalami penurunan dari sepanjang itulah air laut itu masuk. Tetapi kejadian banjir rob di Kota Pekalongan, lebih dominan dari sungai-sungai utama yang melimpas. Air laut masuk ke sungai, kemudian sungai melimpas ke permukiman-permukiman masyarakat, Karena itu yang ditangani ini harus dimulai dari sungai-sungainya,” terang Adek.

Idealnya, penanganan sungai adalah dengan membangun tanggul atau parapet di sepanjang sungai. Tetapi karena di sepanjang sungai merupakan permukiman padat penduduk, hal itu dapat menimbulkan konflik sosial.

Karena itu, konsep penanganan diubah dengan menutup bagian muara, agar air laut itu tidak masuk ke sungai. Pada bagian muara juga akan dipasang pengendali untuk pintu air.

Ketika hujan dan permukaan air laut lebih rendah, pintu akan dibuka. Tetapi jika permukaan air laut lebih tinggi, pintu akan ditutup.

“Di situlah fungsi pintu pengendali nantinya. Mudah-mudahan akhir Juni atau awal Juli sudah bisa pelaksanaan fisik di lapangannya,” kata dia.

Karena itu dia mmeinta dukungan Pemkot, terkait masalah sosial dan pembebasan lahan. Peran Pemkot sangat penting agar proyek tersebut dapat terlaksana, sehingga masalah banjir rob dapat diminimalkan.

“Karena biasanya, apabila pekerjaan ini terkontrak, kami sangat susah menyelesaikan permasalahan sosial dengan masyarakat. Selama pekerjaannya belum terkontrak, inilah saatnya untuk bisa segera menyelesaikan permasalahan sosial di lapangan tersebut, seperti masalah pembebasan tanah, masalah kapal-kapal, sehingga saat pelaksanaan di lapangan bisa lancar,” kata dia. (HS-08)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.