in

Tahun Ajaran Baru, Baznas Bantu Perlengkapan Sekolah Anak-anak di Huntara Tambakrejo

Ketua Baznas Kota Semarang, Arnaz Agung Adrarasmara foto bersama usai memberikan bantuan perlengkapan sekolah kepada puluhan anak Tambakrejo, Semarang Utara.

 

HALO SEMARANG – Menjelang tahun ajaran baru sekolah, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Semarang memberikan bantuan perlengkapan sekolah kepada 55 anak yang tinggal di hunian sementara (Huntara) Tambaklorok, Semarang Utara, belum lama ini.

Ketua Baznas Kota Semarang, Arnaz Agung Andrarasmara mengatakan, bantuan perlengkapan sekolah itu diberikan kepada anak-anak yang orang tuanya merupakan warga Tambakrejo yang terdampak program normalisasi Sungai Banjir Kanal Timur (BKB) Kota Semarang.

Tujuan diberikannya bantuan perlengkapan sekolah tersebut, supaya anak-anak tetap mempunyai semangat untuk bersekolah. Meski anak-anak itu hidup di pengungsian atau huntara dengan segala keterbatasannya, namun bagi Baznas kesempatan pendidikan harus tetap diberikan jaminan.

“Harapannya agar spirit anak-anak menyambut tahun ajaran baru bersemangat. Kemudian dengan fokus kegiatan belajar, bisa melupakan apa yang sedang terjadi dan situasi yang dihadapi mereka saat ini,” harap Arnaz.

Selain memberikan perlengkapan sekolah, dalam waktu dekat Baznas juga akan memberikan bantuan berupa Al-quran sebagai perlengkapan mereka untuk memperdalam ilmu agama.

“Intinya, ini (pembagian perlengkapan sekolah-red) bukan program Baznas yang terakhir ke mereka. Tapi masih ada lagi program sosial sebagai bentuk kepedulian kepada sesama, terutama warga dan anak-anak warga Tambakrejo,” terang Arnaz.

Sekadar diketahui, Satpol PP Kota Semarang awal Mei 2019 lalu melakukan penggusuran rumah warga yang dibangun di atas bantaran sungai Banjir Kanal Timur. Penggusuran tersebut sempat ricuh karena warga berupaya mempertahankan lokasi itu.

Akibat penggusuran, sebanyak 97 keluarga kehilangan tempat tinggal. Mereka kemudian diberi kesempatan oleh pemkot untuk tinggal di hunian sementara yang ada di dekat lokasi penggusuran, sambil menunggu pembangunan Rusunawa yang rencananya akan dibangun pemkot di sekitar Tambaklorok. Kondisi ini sempat ramai dan menjadi pemberitaan baik media lokal maupun media sosial.(HS)

Eskalator Terpanjang se-Asia Tenggara Ternyata Ada di Kota Semarang, Panjangnya 39 Meter

Lini Depan Kurang Tajam, Inilah Striker yang Penampilannya Ditunggu Pendukung PSIS