in

Tahun 2023, Pemkot Fokus Garap Tujuh Kelurahan Prioritas Penanganan Kemiskinan

Plt Walikota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu saat membuka acara Sosialisasi percepatan penanganan kemiskinan di Kota Semarang, Selasa (25/10/2022).

HALO SEMARANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang tahun 2023 mendatang akan fokus menggarap sebanyak tujuh kantong atau kelurahan yang perlu mendapat prioritas penanganan kemiskinan.

Ketujuh kelurahan di Kota Semarang yang masuk indikator dalam kategori miskin yakni Kelurahan Muktiharjo Lor (Kecamatan Genuk), Muktiharjo Kidul (Kecamatan Pedurungan), Kelurahan Tanjung Mas dan Kelurahan Bandarharjo (Semarang Utara), Kelurahan Tandang (Tembalang) Jomblang, (Kecamatan Candisari ), Kelurahan Rejosari dan Kelurahan Kemijen (Semarang Timur).

Plt Walikota Semarang, Hevearita G Rahayu mengatakan, ada tujuh wilayah atau kantong yang harus ditangani karena masuk dalam kategori miskin. Yakni salah satu indikatornya karena Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) maupun program CSR yang belum masuk ke sana.

“Yang tujuh kelurahan ini bukan tingkat kemiskinan yang ekstrim ya, tapi masuk dalam indikator prioritas pengentasan kemiskinan. Fokus Pemkot penanganannya di tahun 2023 ini,” katanya, saat membuka acara sosialisasi percepatan penanganan Kemiskinan di Kota Semarang di Hotel Rooms Inc, Selasa (25/10/2022).

Dikatakan Ita, sapaan akrabnya, di kelurahan itu, nantinya akan digali lagi terkait indikator miskin. Tentunya melibatkan setiap OPD yang menjadi penanggungjawab, lalu lurah, camat pengampu wilayah, serta masyarakat yang terlibat seperti LPMK.

“Contoh salah-satunya di Tanjung Mas, bukan hanya satu permasalahan, kemiskinan saja, tapi stunting, TBC, KDRT, pernikahan anak, itu malasah awalnya dari kemiskinan. Kalau wilayah itu bisa naik kelas nantinya bisa hilang dari masalahnya yang terendah,” imbuhnya.

Kedepan, Ita berharap adanya program Pemberdayaan perempuan dan anak.

“Sebab ada kaitannya jika, perempuan berdaya, maka keluarganya akan lebih sejahtera. Karena kemiskinan juga dipengaruhi karena tingkat pengangguran naik di kelurahan itu. Kita sudah koordinasi dengan Disnaker untuk mengatasi hal ini. Dan mana-mana yang harus diperbaiki, kami juga telah meminta perusahaan di wilayah Tanjung Mas, yakni Indonesia Power support program CSR atau “bapak asuh”, satu kelurahan saja cukup, fokus di satu wilayah dan bagaimana caranya bersama-sama memikirkan satu kelurahan bisa mentas dari kemiskinan,” pungkas Ita. (Yulianto)

1.958 PPPK di Kendal akan Mengikuti Orientasi MOOC 2022

Hapkido Kota Semarang Juara Umum Pra-Porprov 2022