Halo Semarang
Take a fresh look at your lifestyle.

Tahun 2019, Kunjungan Wisata Mancanegara di Kota Lama Semarang Capai 61 Ribu Wisatawan

Kota Lama Semarang.

 

 

HALO SEMARANG – Angka kunjungan wisatawan mancanegara dengan tujuan Kota Lama Semarang dan Lawang Sewu melonjak drastis sejak ada penataan dan revitalisasi Kota Lama yang dilakukan oleh Pemkot Semarang. Tahun 2019, tercatat ada 61 ribu wisatawan mancanegara dan 2,6 juta wisatawan domistik yang berkunjung ke salah satu kawasan tua peninggalan pemerintahan Hindia Belanda tersebut.

Data tersebut didapat dari Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Provinsi Jawa Tengah.

Kepala Disporapar Jateng, Sinoeng N Rachmadi mengatakan, lonjakan jumlah wisatawan mancanegara ke Kota Lama Semarang, membuat destinasi kota tua ini masuk dalam tiga besar destinasi wisata di Jateng yang banyak dikunjungi wisatawan mancanegara. Peringkat pertama masih diduduki Candi Borobudur, dan Candi Prambanan di tempat kedua.

“Padahal tahun 2018, kunjungan mancanegara ke Kota Lama masih sedikit. Sekitar 30 ribuan/tahun. Kunjungan terbesar dari wisatawan Eropa dan Malaysia,” katanya, saat jumpa pers OPD di Pemprov Jateng, Rabu (5/2/2020).

Secara keseluruhan, kunjungan wisata mancanegara ke wilayah Jateng tahun 2019 memang meningkat dibanding tahun 2018 lalu.
Tahun 2019 kenaikan mencapai 21 persen. Atau 677.000 wisatawan pada tahun 2018, menjadi 691.000 kunjungan pada tahun 2019.

“Dominan memang wisatawan dari Benua Eropa, seperti Prancis dan Belanda. Borobudur, Prambanan dan Kota Lama/Lawangsewu masih menjadi daya tarik wisatawan mancanegara,” katanya.

Sebagai informasi, Kota Lama Semarang makin hari makin jadi daya tarik bagi wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara. Setiap hari, khususnya hari libur jalan-jalan di Kota Lama dipenuhi wisatawan yang berswafoto atau sekadar jalan-jalan mengelilingi kawasan. Bangunan tua yang tertata rapi, serta eksotisme tanaman keras yang tumbuh menempel di gedung menjadi daya tarik wisatawan untuk jadi latar belakang foto.

Apalagi setelah ditata oleh Badan Pebgelola Kawasan Kota Lama (BPK2L) Semarang dengan penambahan ornamen dan perbaikan jalan, kawasan ini menjadi lebih menarik untuk dikunjungi. Kawasan Kota Lama pun bisa dikatakan telah menjadi primadona baru tampat pariwisata di Kota Semarang bahkan Jawa Tengah.

Dengan bantuan anggaran revitalisasi kawasan dari pemerintah pusat, melalui Kementrian PUPR, Kota Lama seakan disulap jadi lebih cantik dibanding beberapa tahun silam.
Sejumlah gedung tua peninggalan masa kolonial, saat ini sudah tertata dan terawat dengan baik. Bahkan sebagian besar telah dimanfaatkan untuk menjalankan bisnis maupun perkantoran.

Roda perekonomian pun makin berkembang dengan berdirinya sejumlah cafe, galeri UMKM, maupun kantor BUMN. Apalagi setiap hari ratusan orang datang ke Kota Lama dengan tujuan berwisata.

Tak hanya itu, saat menyusuri jalan-jalan di kawasan Kota Lama, beberapa sudut kini banyak yang dipenuhi pengunjung. Sayangnya persoalan penataan parkir dan penataan lalu lintas masih menjadi problem tersendiri yang harus segera diatasi oleh Pemkot Semarang maupun pengelola.(HS)

bawah-berita-dprd-semarang