Swab Masif, Pasien Bisa Segera Tertangani, Angka Kematian Pasien Covid-19 di Kabupaten Magelang Tergolong Rendah

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Magelang, Nanda Cahyadi Pribadi. (Foto: Magelangkab.go.id)

 

HALO MAGELANG – Banyaknya pasien postif Covid-19 yang ditemukan melalui program swab masif, berpengaruh pada rendahnya tingkat kematian pasien Covid-19 di Kabupaten Magelang.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Magelang, Nanda Cahyadi Pribadi, mengatakan berdasarkan data terakhir, Minggu (13/12), tingkat rata-rata kematian pasien Covid-19 di Kabupaten Magelang, berada di urutan keempat terbawah di Jawa Tengah.

“Terendah Kota Salatiga dengan rata-rata 1,19; Cilacap 2,28; Kebumen 1,65; dan Kabupaten Magelang 2,55,” jelasnya.

Hal ini tidak lepas dengan banyaknya pasien terkonfirmasi, yang ditemukan melalui program swaf masif, sehingga tidak terlambat untuk ditangani.

Setiap pasien positif Covid-19 yang ditemukan, akan langsung ditangani dan diobati. Dengan begitu bisa mengurangi risiko kematiannya.

“Ada keuntungan dengan banyaknya kasus terkonfirmasi ditemukan melalui program swab masif. Jumlahnya memang akan bertambah, tetapi hal itu bisa menjadi solusi, untuk melakukan tindakan preventif,” kata dia.

Sementara jumlah penambahan pasien terkonfirmasi, pada hari itu ada 63 orang. Terbanyak dari Muntilan 15 orang; Grabag 11 orang; Windusari 8 orang; Borobudur 7 orang; Salam 6 orang; Secang 5 orang; Mungkid 4 orang; Mertoyudan 3 orang; dan Ngluwar 2 orang serta 1 orang di Tegalrejo dan Bandongan.

Pada hari yang sama juga terdapat 31 orang yang dinyatakan sembuh. Mereka tersebar di Windusari 6 orang; Candimulyo 6 orang; Muntilan 4 orang; Secang 4 orang; Salam 2 orang; Grabag 2 orang; Dukun 2 orang; dan satu orang tersebar di Borobudur, Mungkid, Sawangan, Ngluwar dan Pakis.

Hari ini juga ada tiga pasien terkonfirmasi yang meninggal. Mereka berasal dari Salam, Tempuran dan Secang.

“Dengan demikian, jumlah akumulasinya menjadi 4.148 orang. Rinciannya, 1.158 dalam penyembuhan, 2.884 sembuh dan 106 meninggal,” jelas Nanda.

Untuk pasien suspek ada tambahan 8 orang. Selain itu juga ada 4 orang sembuh dan 2 orang meninggal. Dua yang meninggal itu berasal dari Kajoran dan Salam. Empat yang sembuh, tersebar di Borobudur, Secang, Pakis dan Bandongan.

“Kini jumlah pasien suspek ada 896 orang. Rinciannya, 62 dirawat, 769 sembuh, 29 menjalani isolasi mandiri dan 36 selesai melakukan isolasi mandiri,” kata dia. (HS-08)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.