in

Survei Indikator Politika: Masyarakat Puas Atas Pengamanan Mudik Lebaran 2023

Burhanuddin Muhtadi (Foto : Tribratanews.polri.go.id)

 

HALO SEMARANG – Survei Indikator Politika menyatakan masyarakat puas terhadap pengamanan mudik Lebaran 2023, yang dilakukan Polri, TNI, dan stakeholder terkait.

Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, menyebutkan bahwa 78 % masyarakat yang mudik, menyatakan puas dengan pengamanan dan pengaturannya.

Angka itu meningkat dari 2022 lalu, yang tingkat kepuasannya hanya mencapai 73,8 %.

“Saat ditanya kemudahan memperoleh informasi rekayasa lalu lintas sebesar 72,7 %,” kata Burhanuddin Muhtadi, seperti dirilis Tribratanews.polri.go.id, Minggu (14/5/23).

Menurutnya, mereka yang mengaku mudah mendapatkan informasi rekayasa lalu lintas, lebih banyak dari televisi dengan jumlah 35,9.

Kemudian, media penyebaran informasi kedua yang paling banyak adalah media sosial dengan nilai 33,6.

Survei ini melibatkan 1.218 responden dengan margin error 2,9%. Survei dilakukan kepada mereka yang menggunakan telepon genggam melalui telepon.

Ditambahkan Komisioner Kompolnas, Poengky Indrawati, penyelenggaraan pengamanan mudik kali ini sangat memperlihatkan evaluasi benar-benar dilakukan oleh Polri. Terbukti, wujud dari slogan Presisi sangat terlihat.

“Watak polisi yang humanis sangat terlihat di sini,” ujarnya.

Direktur Indonesia Indicator, Rustika Herlambang. (Foto : Tribratanews.polri.go.id)

 

Manajemen Isu

Direktur Indonesia Indicator, Rustika Herlambang menilai manajemen isu dan strategi Polri yang baik, memegang peranan penting dalam framing positif media massa dan sosial dalam pelaksanaan arus mudik Lebaran 2023.

“Manajemen isu dan strategi komunikasi yang dilakukan Polri sangat baik,” ujar Rustika, dalam Pemaparan hasil Survei Indikator Politik Indonesia, Minggu (14/5/2023).

Rustika memaparkan, lebih dari 127 ribu berita yang membicarakan arus mudik diunggah oleh media daring. Hal ini menunjukkan betapa masifnya media online dalam mudik sebagai fenomena yang menjadi perhatian masyarakat luas.

Adapun framing media online, kata Rustika, sebanyak  89 persen terdiri positif dan netral. Sedangkan sentimen negatif sebanyak 11 persen.

“Jika ditelusur lebih lanjut, sentimen negatif justru banyak berasa dari beberapa isu, misalnya kemacetan di Puncak dan kecelakaan di sejumlah tempat, dan terdapat pula isu permasalahan pelayanan di pelabuhan,” tutur Rustika.

Salah satu yang menjadi poin penting lainnya adalah  keaktifan Kapolri dalam meninjau langsung maupun menyampaikan instruksi.

Hal ini tidak hanya berdampak pada masyarakat tetapi juga pada personel Polri. Kemudian, cara Polri menyampaikan informasi melalui ikon-ikon mereka juga menjadi poin tambah dalam strategi komunikasi Polri di arus mudik ini.

“Aktivitas pak Bhabin (Ipda Herman Hadi) yang menyampaikan berbagai informasi dengan caranya, ini juga sangat baik,” ujar dia.

Manajemen isu dan strategi komunikasi yang baik ini mendukung upaya Polri dalam mewujudkan kesan Polri yang humanis.

Berdasarkan survei yang dilakukan Indikator Politik Indonesia tentang Arus Mudik 2023, pengaturan Lalu Lintas mendapat angka kepuasan yang tinggi yakni sebanyak 22,6 persen pemudik merasa sangat puas dan 61,6 persen puas.

Sementara 12,2 persen merasa kurang puas dan 3,8 persen tidak puas, serta 0,4 persen tidak menjawab.

Lebih lanjut, sebanyak 88,3 persen pemudik pun setuju mudik 2023 lebih lancar. Survei ini dilakukan pada 30 April sampai 6 Mei 2023. (HS-08)

Dibuka, Seleksi 30 Kuota Beasiswa Kuliah ke Maroko 2023

Peringati HUT ke-73, RSUD Blora Luncurkan Layanan Home Care dan Pandawa