in

Survei 345 IMK di Kota Pekalongan, BPS Turunkan 15 Pendata

Petugas Badan Pusat Statistik (BPS) menghimpun mendata dari perajin batik di Kota Pekalongan. (Foto : Pekalongankota.go.id)

 

HALO PEKALONGAN – Badan Pusat Statistik (BPS) menggelar survei dengan sampel 345 Industri Mikro dan Kecil (IMK), di empat kecamatan di Kota Pekalongan. Survei dilakukan untuk menyediakan basis data, serta mengetahui pertumbuhan produksi usaha dan perkembangan IMK secara umum.

Koordinator Fungsi Statistik Produksi BPS, Cisworejo SE, Kamis (23/9) mengatakan bahwa kegiatan survei sudah dilakukan mulai Agustus dan direncanakan selesai akhir September 2021.

“Survei ini bertujuan untuk menyediakan basis data IMK berkualitas bagi pembuat kebijakan serta mengetahui profil IMK daerah potensi di Kota Pekalongan yang nantinya dapat digunakan sebagai bahan perencanaan kegiatan ekonomi,” ungkap Ciswo, seperti dirilis Pekalongankota.go.id.

Dalam kegiatan ini, petugas juga mengumpulkan data terkait dampak Covid-19 terhadap suatu usaha, baik dari bahan baku, pengurangan jam kerja dan lain-lain.

Dia menambahkan, ada sebanyak 15 petugas pendata lapangan dan petugas pengawas. Sebelumnya, para petugas diberikan pembekalan dan pelatihan secara daring pada 18-20 Agustus.

Adapun jenis usaha yang didata beragam, di antaranya industri tekstil baik konfeksi maupun batik, usaha makanan, dan sebagainya.

“Mari kita dukung bersama dan sukseskan pelaksanaan survei IMK tahun 2021, untuk pembangunan usaha yang lebih baik,” kata dia. (HS-08)

Share This

Antisipasi Banjir, BPBD Kota Pekalongan Terjunkan Petugas Bersihkan Sungai dari Eceng Gondok

HUT UUPA Ke 61, Program Biaya PTSL di Kendal Menjadi Sorotan