in

Supriyadi Khawatir Angka Golpot Tinggi

Ketua DPRD Kota Semarang, Supriyadi.

 

HALO SEMARANG – Ketua DPRD Kota Semarang, Supriyadi khawatir angka golongan putih (Golput) di Kota Semarang akan tinggi. Hal itu karena kurangnya sosialisasi KPU dalam pelaksanaan Pemilu 2019. Untuk itu dirinya mengimbau kepada KPU Kota Semarang untuk lebih menggiatkan sosialisasi, khususnya di pasar-pasar tradisonal.

“Karena potensi turunnya partisipasi masyarakat di Pemilu 2019 sangat tinggi. Kami berharap KPU melalui KPPS bisa jemput bola saat pemungutan suara pada 17 April nanti. Khususnya di pasar-pasar atau rumah sakit yang ada di Kota Semarang,” katanya Sabtu (16/3/2019).

Masyarakat yang berjualan di pasar misalnya, memiliki potensi golput karena aktivitasnya berbarengan dengan waktu pencoblosan. Untuk diliburkan, menurutnya itu sangat tidak mungkin karena aktivitas di pasar adalah salah satu penggerak roda perekonomian. Dan roda perekonomian tidak boleh berhenti. “Perlu ada sosialisasi massif di masyarakat. Ini untuk meminimalisir angka golput di Kota Semarang,” tandasnya.

Sebagai informasi, KPU Kota Semarang sendiri sudah berupaya untuk menekan angka golput pada Pemilu 2019 mendatang.

Ketua KPU Kota Semaeang, Henry Cassandra Gultom menututurkan, salah satu indikator tingginya angka golput yakni kurangnya pemahaman masyarakat mengenai pesta demokrasi.

Adapun upaya KPU Kota Semarang untuk meminimalisir angka golput yakni dengan memaksimalkan waktu untuk sosialisasi secara menyeluruh ke semua lapisan masyarakat.

Lebih lanjut, KPU Kota Semarang akan turun ke berbagai bassis masyarakat dengan dibantu oleh Panitia Pemilihan Kecamatan dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) di tingkat kelurahan.

Selain itu, KPU juga akan menggandeng pihak non struktural lainnya, seperti para relawan. Dengan mengoptimalkan sosialisasi, Nanda yakin dapat mengurangi angka golput di Kota Semarang.

Terlebih, sejauh ini tingkat partisipasi masyarakat dalam pemilu cukup baik. Hal ini dapat dilihat dari partisipsi pada Pilwakot dan Pilgub lalu mencapai 72,8 persen.

“Kota Semarang salah satu kota yang memiliki tingkat partisipasi cukup tinggi 72,8 persen dari Jawa Tengah. Makannya KPU terus mendorong target 77,5 persen bisa tercapai,” ujarnya beberapa waktu lalu.(HS)

Di Semarang, Perbaikan Jalan Rusak Hanya Dua Hari

Isi Seminar di USM, Mahfud MD Enggan Ditanya Soal Rommy