in

Sup Buah Menjadi Andalan Saat Berbuka Selama Ramadan

Pujiati, saat meracik buah untuk sup buah.

 

BULAN suci Ramadan telah memasuki hari ke tujuh, di mana suasana semakin terasa umat Islam mendekatkan diri kepada Allah SWT. Di sisi lain, bulan Ramadan memiliki identik kuliner menjelang waktu berbuka.

Menjelang berbuka, di sepanjang Jalan Prof Sudharto Ngesrep, Banyumanik, Kota Semarang terlihat lalu-lalang pengendara sepeda motor dan pejalan kaki ingin membeli menu berbuka.

Hawa, salah satu pejalan kaki mengatakan, berbuka puasa tidak lengkap rasanya jika tanpa minuman segar. Menurutnya, saat melepas dahaga seusai berpuasa seharian cocok dengan minuman segar.

“Favorit saya ketika berbuka ya minum yang segar dan manis. Ya ini es sup buah dulu, karena seharian berpuasa penginnya yang segar-segar,” kata Hawa yang juga mahasiswa Universitas Diponegoro Semarang kepada halosemarang.id, Senin (19/4/2021).

Dani pejalan kaki lainnya mengatakan, minuman segar seperti sup buah adalah menu andalan saat berbuka puasa.

Dani ditemui saat membeli sup buah di tempat langganannya di Jalan Prof Sudharto Ngesrep, Banyumanik.

Sup buah ini, lanjut Dani, adalah legenda, sebab sudah 15 tahun berjualan.

“Ini sup buah legendaris, dari tahun 2006 sudah berjualan,” kata Dani.

Disebutkan Dani, meskipun penjual sup buah semakin banyak, namun dirinya tetap setia dengan sup buah langganannya.

“Rasanya itu khas di sini, sederhana tapi mantap,” ungkapnya.

Pujiati, penjual sup buah langganan yang dimaksud Dani, membenarkan selama 15 tahun berjualan sup buah dan merasakan 15 kali puasa menjajakan sup buahnya.

“Alhamdulillah saya sudah berjualan sup buah awal-awal ramainya. Ya selama 15 tahun, jadi ya merasakan 15 kali puasa,” tuturnya.

Lokasi jualannya tepat di depan Panties Pizza Sumurboto. Pujiati membuka lapaknya selama bulan Ramadan dari pukul 11.00 s.d 19.00 WIB.

Pujiati mengaku banyak pelanggannya yang tidak bisa meninggalkannya.

Beberapa alasan yang diketahuinya yaitu, karena manisnya cukup dan keramahan yang diberikan Pujiati selama meladeni.

“Banyak yang masih beli di sini ya mungkin keramahan saya. Saya juga enjoy, makanya kalau ketemu anak-anak itu mahasiswa cepet candaan terus maunya,” kata Pujiati.

Dirinya menyebutkan isian buah yang disajikan, menurutnya hanya buah lokal dan sederhana.

Beberapa di antaranya, buah semangka, jeruk, anggur, tomat, melon, jambu biji, pisang, nanas, apel dan pir, serta buah musiman lainnya.

Sebelum dituangkan sirup frambozen dan susu kental manis, terlebih dulu Pujiati menuangkan segelas sedang air putih dan es batu serut.

Selain sup buah, bagi yang hanya menginginkan buah tanpa mengupas namun tidak meninggalkan serat, dirinya menawarkan menu jus buah.

Untuk sup buah dipatok harga Rp 10 ribu satu porsi, sementara jus cukup merogoh kantong Rp 8 ribu.

“Saya tidak menggunakan pemanis buatan, kasian yang beli nanti perutnya sakit,” tandasnya.(HS)

Share This

HUT Ke-91 PSSI, Ketum Moch Iriawan Kunjungi Balai Persis

Prakiraan Cuaca Semarang Dan Sekitarnya, Selasa (20/4/2021)