Halo Semarang
Take a fresh look at your lifestyle.

Sumber Air Sendang Sukolilo Pleburan, Dipercaya Bermanfaat untuk Kesehatan

Sendang Sukolilo yang berusia ratusan tahun di Kelurahan Pleburan tidak pernah mengering meski musim kemarau, yang konon dipercayai masyarakat sekitar bisa untuk penyembuhan.

SELAIN terdapat makam kuno Eyang atau Kiai Sukolilo di RT 02, RW 02, di Kelurahan Pleburan, Kecamatan Semarang Selatan juga ada sebuah sumber mata air yang diberi nama oleh warga sekitar Sendang Sukolilo. Terletak di RW 2 Pleburan, sendang yang berada di samping Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Kertanegara, Kelurahan Pleburan, Kecamatan Semarang Selatan ini masih bisa memberikan sumber air yang melimpah untuk ratusan warga.

Sendang Sukolilo memiliki keunikan tersendiri. Selain letaknya berada di tengah pusat kota, tepat di atas Sendang Sukolilo terdapat tiga pohon besar, yaitu Pohon Asam, Randu Alas dan Beringin yang batang utamanya menyatu satu sama lain.

Beberapa warga menyebutkan, di atas pohon juga terdapat tanaman Anggrek. Pohon besar tersebut membuat suasana di bawah sendang menjadi teduh karena cahaya matahari sulit menembus tanah lantaran terhalang daun yang lebat.

Sendang ini menurut warga sekitar sudah ada sejak ratusan tahun silam. Dulunya, sendang ini merupakan pintu masuk untuk ke makam umum Pleburan, sebelum dibuat jalan baru sekitar tahun 1962. Dan sendang ini meski musim kemarau, sumber air di sendang tersebut masih mengalir, dan tidak pernah mengering.

“Selain untuk masak dam minum warga, air Sendang Sukolilo ini juga konon dipercayai bisa menyembuhkan orang yang sakit. Sehingga mempunyai manfaat bagi kesehatan warga setempat dan sekitarnya. Masih ada orang luar wilayah Pleburan yang mengambil air di sini untuk alasan penyembuhan sakit. Tapi detailnya sakit apa saya kurang tahu. Itu kepercayaan masyarakat saja,” kata Ketua RW 02, Pleburan, Hardi Handayani, Kamis (29/8/2019).

 

Sumber air Sukolilo Pleburan.

 

Karena kebutuhan air bersih bagi warga sekitar meningkat, lanjut Hardi, sejak tahun 2011 lalu, dari bantuan CSR sebuah bank, sendang tersebut mulai dikembangkan. Tak jauh dari sendang itu dibuatkan sumur artetis, dilengkapi pompa air serta dipasang tandon air untuk bak penampungannya. Lalu dari bak ini disambungkan dengan instalasi pipa sehingga bisa disalurkan ke rumah-rumah warga.

“Dan air ini dimanfaatkan untuk kebutuhan masing-masing keluarga dengan membayar iuran bulanan yang terjangkau. Termasuk airnya juga dipakai sebuah warung makan yang tiap harinya ramai,” ujarnya.

Saat ini, air dari sendang tersebut digunakan oleh sekitar 70 rumah warga. Dulunya Sendang Sukolilo ini dimanfaatkan oleh warga untuk mandi atau padhusan serta kebutuhan lainnya.

“Dulu dari tahun 1980-an, sendang ini disekat dari tembok jadi dua, yaitu antara laki-laki dan perempuan untuk mandi. Karena bertambahnya jumlah penduduk di sini, tempat mandi itu tak lagi berfungsi,” imbuhnya.

Dia menceritakan, belasan tahun silam ketinggian air di Sendang Sukolilo setara dengan tanah sehingga mudah diambil menggunakan gayung. Saat ini diperlukan alat bantu untuk mengambil air sendang karena airnya yang mulai surut. Kedalaman sendang ini, dikatakannya lebih dari 10 meter.
Oleh karena itu, mengingat pentingnya Sendang Sukolilo bagi warga, para tokoh masyarakat setempat berusaha merawat keberadaan sendang tersebut dan melestarikan sendang.

Sementara itu, Lurah Pleburan, Suprio Burham berharap dengan adanya situs makam Eyang Sukolilo dan Sendang Padhusan Sukolilo di wilayahnya, bisa menjadi destinasi wisata. Pihaknya siap melakukan pembenahan bersama-sama Pemerintah Kota Semarang, untuk kesejahteraan warga. Tentu ini butuh sentuhan dan perhatian dari pihak dinas terkait. Seperti Dinas Pariwisata, agar bisa memberikan pendampingan bagi warga terkait pengembangan potensi wisata yang ada, serta dimasukkan ke dalam daftar objek wisata yang ada di Kota Semarang.

“Lalu, dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan DKK Semarang bisa melakukan penelitian tentang air Sendang Sukolilo, yang masih tetap mengalir meski musim kemarau. Juga bisa diuji laboratorium karena saat ini dikonsumsi untuk warga sekitar, yang sudah puluhan tahun menggunakan air sendang tersebut,” katanya yang didampingi Sekretaris Kelurahan Pleburan, Fatori Adi.(HS)

bawah-berita-dprd-semarang