in

Sulitnya Pengurusan Ijin, Para Penambang Galian C di Kendal Sepakat Bentuk Paguyuban

Acara forum silaturahmi Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kendal dengan para Penambang Galian Golongan C di ruang pertemuan Kantor DLH Kendal, Selasa (26/7/2022).

HALO KENDAL – Para penambang galian golongan C di Kabupaten Kendal sepakat untuk membentuk Paguyuban Penambang Galian C Kendal, yang didiskusikan dalam acara Silaturahmi antara para penambang galian golongan C dengan Pemerintah Kabupaten Kendal, Selasa (26/7/2022).

Acara yang digelar di ruang pertemuan kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kendal, dihadiri Wakil Bupati Kendal Windu Suko Basuki dan Kepala DLH Kabupaten Kendal, Aris Irwanto, serta belasan penambang galian C yang ada di Kabupaten Kendal.

Usai acara, Kepala DLH Kendal, Aris Irwanto mengatakan, kegiatan ini dalam rangka silaturahmi para pelaku usaha penambang galian C di wilayah Kabupaten Kendal.

Hal ini menurutnya, karena keprihatinan yang disampaikan para penambang, bahwa sementara ini tidak ada jalinan komunikasi yang lancar, antara tripartit. Yakni pemerintah daerah, kemudian penambang dan masyarakat.

“Padahal tiga komponen itu penting dalam rangka mewujudkan kelestarian lingkungan hidup, yang diakibatkan atas usaha penambangan golongan C. Sehingga kekhawatiran seperti itu bisa kita hilangkan,” terang Aris kepada awak media.

Maka dari itu, lanjutnya, atas inisiasi dari DLH, untuk mengumpulkan para penambang dengan Bupati maupun Wakil Bupati, dan sudah terumuskan, dengan membentuk paguyuban.

Aris juga menyebut dari data 28 penambang galian C di Kabupaten Kendal, yang masih aktif 14 penambang atau masih melakukan aktivitas penambangan.

“Sementara ini, yang komunikasi kurang terjalin, kurang harmonis, akan kita tingkatkan dengan pembentukan Paguyuban Penambang Galian Golongan C, yang formal dengan kepengurusan. Sehingga pada pertemuan berikutnya bisa mengerucut. Artinya, tujuannya apa dan seterusnya,” imbuh Aris.

Selain itu, pertemuan ini dilakukan dengan adanya temuan pengaduan dari masyarakat ke DLH dengan adanya aktivitas penambangan di wilayah Kertosari, yang diduga penambangan liar.

“Perlu diketahui, ijin penambangan sesuai dengan Perpres Nomor 55 Tahun 2022, pendelegasian wewenang ijin penambangan golongan C ada di provinsi. Kemudian sampai saat ini belum ada peraturan Menteri Lingkungan Hidup, Kehutanan dan Transmigrasi, yang mengatur tentang Penambangan Golongan C. Jadi sementara ijin tidak dikeluarkan,” tandas Aris.

Dijelaskan, selama ini Provinsi hanya mengeluarkan jawaban, yang menerangkan surat permohonan dari pengusaha penambangan sudah diterima.

“Jadi hanya mengeluarkan surat keterangan bahwa permohonan sudah diterima. Belum dieksekusi sampai dengan mengeluarkan surat ijin. Lha jika sudah terbentuk paguyuban ini, nantinya paguyuban akan kita ajak menghadap ke provinsi. Menanyakan bersama, kenapa ijin ini belum keluar,” ungkap Aris.

Sementara itu, Wakil Bupati Kendal, Windu Suko Basuki berharap, para penambang galian golongan C lebih pro aktif dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kendal.

Karena menurutnya, ini sebagai bentuk pembinaan kepada para penambang Galian Golongan C yang ada di Kabupaten Kendal. Baik dari sisi keamanan maupun ketertiban.

“Harapan saya bisa terjalin hubungan yang baik. Sehingga mengacu pada program-program kegiatan yang belum terkontrol, ke depannya bisa lebih tertib,” kata Wabup yang akrab disapa Pakde Bas tersebut.

Sementara dengan adanya pengaduan masyarakat terkait penambangan yang diduga ilegal, menurut Wabup, Pemerintah Daerah mempunyai Satpol PP sebagai penegakkan Peraturan Daerah.

“Selain itu, kita hanya bisa melakukan pelaporan-pelaporan ke tingkat provinsi. Karena kewenangan kita hanya sebatas itu. Jadi tidak bisa menghentikan secara langsung dan sebagainya. Artinya Satpol PP hanya bisa bertindak dalam rangka penegakkan Perda,” ujar Pakde Bas. (HS-06)

Berburu Spot Paling Hit di Bukit Ngisis, Pegunungan Menoreh di Kulon Progo

Revitalisasi Beberapa Taman di Kendal Segera Dilaksanakan