in

Sulit Cari Biaya Pengobatan, Ini Pesan Orang Tua Korban Kepada Pelaku Tabrak Lari di Purwosari

Andi (41) menunjukan foto keadaan anaknya, Ilham Novianto (10) korban tabrak lari di Jalan Purwosari Raya, Kecamatan Semarang Timur.

 

HALO SEMARANG – Andi Irwanto (41) dan Rida Yuneki (43) orang tua Ilham Novianto (10) korban tabrak lari di Jalan Purwosari Raya, Kecamatan Semarang Timur berharap pelaku dapat bertanggung jawab.

Andi mengungkapkan, pasalnya saat ini kondisi ekonominya sedang mengalami kesulitan, apalagi dia sedang tidak bekerja lantaran sedang sakit. Sehingga dia tidak bisa memenuhi biaya untuk berobat anaknya.

“Saya sudah lama tidak bekerja lantaran memiliki riwayat penyakit TBC, sudah tidak kuat bekerja yang berat,” ungkapnya saat ditemui di rumahnya di Rejosari 8 RT 9 RW 11 Kelurahan Rejosari, Semarang Timur, Jumat (28/5/2021).

“Saya berharap pelaku dapat bertanggung jawab, silakan berkunjung saya tidak akan marah,” ucapnya.

Dia sangat menyayangkan sikap pelaku yang tega meninggalkan anaknya usai menabrak hingga mengalami kejang-kejang.

Menurutnya, pelaku harus berhenti usai tabrak korban untuk memeriksa keadaanya, apalagi diduga si penabrak adalah sepasang kekasih yang berboncengan sepeda motor.

“Apa dia tidak mikir, kalau anaknya digituin (tabrak lari) gimana? Apa enggak sedih? Kalau kucing saja ditabrak pasti orangnya berhenti, ini dia tabrak orang seharunya ya tanggung jawab,” tuturnya.

Saat ini anaknya sering mengeluh kesakitan dan masih terbaring lemas di RS Pantiwilasa Dr Cipto, tepatnya di kelas 3 ruang Delta lantai 4 nomor 15.

“Kepala sama pipi masih lebam dan mulut sobek serta mengalami sejumlah luka di sekujur tubuhnya, sehingga untuk makan dan gerak masih sakit,” bebernya.

Dari penuturan anaknya, Andi menjelaskan, saat itu korban hendak menyebrang usai membeli permen di Alfmart tak jauh dari lokasi kejadian.

Kemudian pemotor tak dikenal melaju dari arah Jalan Kartini menuju ke arah Citarum dengan kecepatan tinggi lalu menyambar korban di Jalan Purwosari Raya, Kecamatan Semarang Timur pada Rabu (26/5/2021) pagi.

“Saya dapat kabar dari tetangga kalau anak saya tertabrak sepeda motor. Saat itu katanya (tetangga) dia mau beli permen dan benar ada permen mentos di samping anak saya yang tergeletak di jalan,” imbuhnya.

Saat ini dia sudah melaporkan kasus tersebut ke Satlantas Polrestabes Semarang. Dan Andi sudah berusaha mengurus biaya pengobatan ke Jasa Raharja dan BPJS Kesehatan.

Dia berharap kasus ini bisa berjalan dengan baik dan pelaku dapat segera bertanggung jawab.(HS)

Share This

51 Adegan Diperagakan Dalam Rekonstruksi Pembunuhan Ibu dan Anak di Pageruyung

Prakiraan Cuaca Semarang Dan Sekitarnya, Jumat (28/5/2021)