in

Sukirman: Genjot Investasi Demi Pertumbuhan Ekonomi

Wakil Ketua DPRD Jateng, Sukirman.

HALO SEMARANG – Pemprov Jateng didorong untuk terus menggenjot realisasi penanaman modal atau investasi yang masuk ke wilayah ini. Berbagai strategi dan terobosan perlu dilakukan, sebagai upaya menarik investor dari dalam maupun luar negeri.

Wakil Ketua DPRD Jateng, Sukirman menegaskan, Pemprov Jateng didorong mengoptimalkan berbagai peluang dan mempercepat realisasi investasi terutama yang menyerap banyak tenaga kerja untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

“Pemprov Jateng perlu membuat inovasi guna mengundang investor masuk, baik lokal maupun asing. Salah satunya memberikan kemudahan, kecepatan, dan penyederhanaan proses perizinan zona ekonomi khusus dan beberapa kawasan industri. Namun tentunya harus tetap mematuhi regulasi yang ada,” katanya, baru-baru ini.

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut menegaskan, apalagi di Jateng ada beberapa kawasan ekonomi khusus, di antaranya di Kabupaten Kendal dan empat kawasan industri dengan fasilitas produksi langsung, seperti Wijaya Kusuma industri di Kota Semarang, Bukit Semarang Baru, dan masih ada beberapa kawasan industri yang sedang dalam tahap pembangunan. Didukung keberadaan dua bandara internasional, yaitu Bandara Ahmad Yani di Kota Semarang dan Bandara Adi Sumarmo Boyolali.

“Belum lagi adanya Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Pelabuhan Tanjung Intan Cilacap, serta Pelabuhan Kendal yang sampai saat ini masih dalam tahap pembangunan dan pengembangan, yang mampu memberikan kemudahan untuk melaksanakan pengiriman kargo ke luar daerah,” tegasnya.

Masuknya investasi, diharapkan mampu menggerakan roda perekonomian. Sektor industri menjadi salah satu komponen utama yang dapat digenjot untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Penanaman Modal Naik

Sementara, selama 2023, penanaman modal di Jateng tercatat naik 12,59 persen, dari Rp 68,41 triliun di 2022 menjadi Rp 77,02 triliun, dan menyerap tenaga kerja sebanyak 280.643 orang.

Kepala Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jateng, Sakina Rosellasari mengatakan, catatan itu berasal dari Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM), triwulan I sampai IV 2023. Ia mengatakan, berdasarkan catatan tersebut, pemodal dalam negeri mendominasi.

Sakina menjelaskan, penanaman modal dalam negeri (PMDN) mencapai Rp 32,98 triliun, sementara sektor UMKM mencatatkan Rp 20,9 triliun. Sedangkan, Penanaman Modal Asing (PMA) mencatatkan Rp 23,14 triliun.

“Ada kenaikan signifikan, yang naik adalah PMDN dan UMKM. Kemudian untuk PMA ada penurunan, meskipun sebetulnya Jateng jadi provinsi favorit padat karya,” ujarnya, saat ditemui di ruang integritas, Kantor DPMPTSP Jateng, Jumat (26/1/2024) sore.

Sakina mengatakan, Jateng menjadi daerah yang diminati oleh pemodal karena beberapa hal. Di antaranya, aksesibilitas, ketersediaan tenaga kerja dan upah yang kompetitif. Adapun sektor investasi yang paling diminati PMA adalah industri padat karya, seperti barang dari kulit dan alas kaki, industri mesin, elektronik, alat kedokteran dan industri tekstil.

Sedangkan untuk PMDN, sektor transportasi, gudang, telekomunikasi, perumahan, kawasan industri dan perkantoran, paling diminati.

Hal lain yang menggembirakan, bebernya, jumlah proyek investasi yang mencapai 122,3 persen. Pada 2022 total proyek PMA dan PMDN hanya 19.374 unit, sedangkan pada 2023 mencapai 43.080 unit.

“Penyerapan tenaga kerja sangat signifikan. Kami menyampaikan, PMA itu menyerap banyak tenaga kerja. Seperti aparel, tekstil, pakaian, garmen naik signifikan. Jumlahnya, menjadi 280.643 orang dari sebelumnya (2022) sebanyak 215.775 orang,” pungkas Sakina.(Advetorial-HS)

Wakil Ketua DPRD Jateng Minta Masyarakat Waspada Bencana Alam Dampak Musim Hujan

Malah Jagokan Petarung Underdog