in

Sukirman: Antisipasi Gangguan Kamtibmas Saat Ramadan

Wakil Ketua DPRD Jateng, Sukirman.

HALO SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah maupun pemerintah daerah di kabupaten/kota diharapkan menggiatkan operasi yustisi saat Ramadan guna menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas). Hal itu guna mencegah potensi terjadinya gangguan keamanan yang kerap terjadi jelang dan saat Ramadan serta Idul Fitri.

Wakil Ketua DPRD Jateng, Sukirman menegaskan, operasi yustisi secara rutin sangat penting dilakukan oleh jajaran kepolisian maupun dinas terkait, sebelum dan saat Ramadan.

Menurut politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut, saat Ramadan dan Idul Fitri juga kerap muncul fenomena maraknya kejahatan serta merebaknya pengemis dan gelandangan di pusat-pusat keramaian.

“Ini perlu diantisipasi oleh pemerintah daerah. Khususnya maraknya pengemis dan gelandangan di pusat-pusat keramaian dan di jalan raya, tentu sangat mengganggu kenyamanan masyarakat,” katanya.

Sukirman juga berharap kepada masyarakat untuk tidak terlalu konsumtif apalagi melakukan aksi borong jelang Ramadan. Pasalnya, pada bulan ini kebutuhan sandang dan pangan jauh lebih meningkat dari biasanya.

“Tren berbelanja saat Ramadan seakan sudah menjadi kebutuhan masyarakat. Kebanyakan orang-orang berpikir untuk melengkapi kebutuhan makanannya, tapi sebenarnya hal tersebut tidak terlalu mendesak. Hal inilah yang memicu pola konsumtif. Masyarakat juga kami minta tak panic buying di tengah situasi tingginya harga kebutuhan pangan. Karena hal ini malah dapat memicu kelangkaan dan meningkatnya harga pangan,” paparnya.

Ketersediaan Beras Aman

Sementara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan ketersediaan beras saat Ramadan hingga Lebaran 2024 aman, bahkan surplus. Hal itu mengingat angka pasokan beras mulai Maret lebih tinggi ketimbang kebutuhan.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah, Dyah Lukisari mengatakan, pasokan beras yang sempat defisit pada Januari dan Februari, mulai membaik pada Maret ini. Sebab, sejumlah daerah mulai memasuki masa panen, yang didukung pula dengan cuaca.

“Pada Januari dan Februari memang beras kota defisit, tapi untuk Maret sudah tidak lagi bahkan surplus,” ujarnya, Rabu (6/2/2024).

Secara rinci, Dyah menyebutkan, kebutuhan beras rumah tangga di Jawa Tengah pada Maret, mencapai 339.967 ton dan April diprediksi 343.688 ton. Sedangkan ketersediaan beras pada Maret diperkirakan mencapai 564.383 ton, dan April 872.189 ton.

“Itu kita ambil dari data ketersediaan kebutuhan dan surplus padi atau beras tahun 2024, sesuai dengan data luas panen metode kerangka sampel area (KSA),” jelasnya.

Dyah memastikan, pada Ramadan dan Lebaran yang berlangsung Maret hingga April stok beras di Jawa Tengah aman.

“Sesuai data yang kami punya, stok beras aman di bulan Ramadan sampai Lebaran,” papar Dyah.

Kendati demikian, pihaknya akan terus melakukan pantauan, agar dapat segera dilakukan intervensi jika terjadi kemungkinan defisit.

“Bukan hanya beras, tapi juga komoditas pangan yang lain, kita terus lakukan pantauan dan intervensi jika terjadi defisit,” tandasnya.(Advetorial-HS)

Antisipasi Cuaca Ekstrem, Pj Gubernur Jateng Upayakan Rekayasa Cuaca

Sudaryono Terjunkan Pasukan Gerindra Bantu Masyarakat Korban Banjir di Jateng