in

Suhu Udara di Semarang Terasa Panas, Ini Penjelasan BMKG

Foto ilustrasi: Museum Lawang Sewu Semarang.

 

HALO SEMARANG – Cuaca Kota Semarang, Jawa Tengah dan sekitarnya akhir-akhir ini terasa panas dibandingkan hari-hari biasanya. Cuaca ini ternyata disebabkan karena adanya gerak semu matahari.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Ahmad Yani Semarang menanggapi suhu udara yang panas ini. Jika ditinjau secara musim, di Kota Semarang berada pada puncak musim kemarau. Yakni di bulan Agustus, dan bulan September 2021 juga masih dalam kategori berada pada musim kemarau.

Kepala BMKG Ahmad Yani Semarang, Sutikno mengatakan, meski pada puncak musim kemarau, namun pada September ini mulai ada hujan sporadis.

“Sedangkan untuk suhu yang tercatat di kami mengalami peningkatan suhu udara di bulan September, dan juga terjadi sampai pada bulan Oktober mendatang,” katanya, saat dihubungi halosemarang.id, melalui whatsapp Jumat (3/9/2021) pagi.

Dijelaskan, dia, suhu udara yang tinggi ini, karena masih kuatnya radiasi matahari dan pembentukkan awan yang menyebabkan suhu udara terkurung di antara permukaan tanah dan awan.

“Sehingga tidak terlepas bebas ke atmosfer, inilah yang menyebabkan pada bulan September dan Oktober mendatang suhu udara cenderung tinggi,” pungkasnya.

Kasie Observasi dan Informasi BMKG Ahmad Yani Semarang, Giyarto menambahkan, cuaca panas yang terjadi sekarang pada bulan September ini karena awal memasuki pancaroba, dari musim kemarau menuju musim hujan. Sehingga ditandai dengan meningkatnya suhu udara.

“Adapun penyebab cuaca panas bukan karena anomali, tapi posisi matahari sudah bergerak mendekati equator, dan radiasi cukup tinggi. Yang kedua, pada masa pancaroba pertumbuhan awan meningkat dibandingkan dengan bulan Agustus, awan sendiri mengeluarkan panas laten, sehingga meningkatkan temperatur suhu,” katanya.

Cuaca yang panas ini, lanjut dia, diprediksi akan terjadi hingga Oktober 2021 mendatang. Ini dilihat dari grafik variabilitas suhu hariannya juga meningkat.

“Yakni cuaca panas sekarang di Kota Semarang pada kisaran maksimal 35-37 derajat celcius, sampai Oktober. Namun umumnya suhu udara berada di kisaran antara 33-34 derajat celcius,” paparnya.

Maka dari itu, dia, juga mengimbau kepada masyarakat, untuk selalu waspada karena sudah masuk awal pancaroba, kadang berpotensi terjadi hujan dengan intensitas tinggi.

“Disertai petir dan angin kencang di Jateng pada umumnya. Dan masuk musim hujan Oktober-November 2021 juga potensi terjadi puting beliung dan hujan es,” pungaksnya.

Sebelumnya BMKG juga telah memprediksi sebagian besar wilayah Indonesia akan memasuki musim hujan pada September hingga November 2021. Sedangkan untuk puncak musim hujan periode 2021/2022 sendiri diprediksi akan terjadi pada bulan Januari dan Februari tahun 2022.(HS)

Share This

Ratusan Penyandang Disabilitas di Kabupaten Semarang Terima Sembako Gotong Royong

Polrestabes Semarang Datangi Sekolah Yang Siswanya Terlibat Tawuran Saat PTM