Sudah Sepekan, Api Abadi Mrapen Tak Lagi Menyala

Foto ilustrasi Api Abadi Mrapen.

 

HALO SEMARANG – Api di objek wisata Api Abadi Mrapen yang berada di Desa Manggarmas, Kecamatan Godong, Grobogan, dikabarkan padam atau tidak menyala selama beberapa hari.

Kades Manggarmas Achmad Mufid mengatakan padamnya api di Mrapen tersebut.

“Iya, apinya ini padam sekitar sepekan,” katanya, Kamis (1/10/2020).

Dikatakan, api di objek wisata itu tidak padam seketika, tetapi berlangsung bertahap. Awalnya, api terlihat meredup karena kandungan gas yang ke luar diperkirakan berkurang. Baru setelah itu, api padam sejak sepekan lalu.

“Kejadian ini sudah kami laporkan pada instansi terkait. Dan kemarin petang dari dinas terkait sudah meninjau. Semoga kejadian ini bisa segera tertangani,” ujarnya.

Mufid menambahkan, kondisi objek wisata Api Abadi Mrapen sudah tutup cukup lama. Yakni, semenjak ada pandemi Covid-19, tidak ada kunjungan wisata.

Sementara Kepala Dinas ESDM Wilayah Kendeng Selatan, Teguh Yudi Pristiyanto melalui Kasi Energi Sinung Sugeng Arianto mengatakan, pihaknya memang sudah melakukan pengecekan ke lokasi pada Rabu (30/9/2020) sore hingga malam.

Dari pengecekan awal, memang tidak tercium bau gas yang keluar dari titik api abadi. Artinya, pasokan gas yang keluar dari alam saat ini terhenti.

“Kemarin baru kami lakukan pengecekan awal. Adapun dari pengecekan awal itu memang apinya padam karena tidak ada suplai gasnya. Laporan yang kami terima, api padam sejak tanggal 25 September lalu,” katanya.

Menurutnya, pihaknya berencana melakukan kajian lebih lanjut untuk mengetahui lebih pasti apa yang jadi penyebab padamnya api abadi tersebut.

“Rencananya, Jumat (2/10/2020) besok kami akan ke lokasi lagi. Nanti akan dilakukan pengecekan ke sejumlah titik di sekitar lokasi objek wisata,” sambungnya.

Sinung menyatakan, pada tanggal 12 September 2020 lalu, sempat ada semburan air bercampur gas dari kegiatan pengeboran sumur yang lokasinya tidak jauh dari Api Abadi Mrapen.

Semburan itu akhirnya bisa terhenti setelah warga dan pihak desa menutup lokasi semburan dengan koral. Namun air dan gas masih merembes keluar dari lubang sumur bor.

“Keluarnya semburan gas ini belum bisa kami pastikan apakah berkaitan dengan padamnya api abadi atau tidak. Untuk menentukan ini, perlu dilakukan kajian lebih mendalam,” imbuhnya, seperti dirangkum dari berbagai sumber.

Sebagai informasi, api yang menyala di Mrapen hampir tidak pernah padam. Keluarnya api terjadi sebagai akibat dari terbakarnya gas alam yang muncul ke permukaan bumi.

Konon menurut cerita rakyat setempat, terjadi sejak Sunan Kalijaga dalam perjalanan memindahkan benda-benda berharga milik kerajaan Majapahit ke kerajaan Demak.

Rombongan Sunan Kalijaga sempat istirahat di tempat itu.
Karena daerah itu tidak ada air dan api, saat hendak memasak bekal, Sunan Kalijaga kemudian berdoa dan menancapkan tongkatnya.

Ketika tongkatnya dicabut, keluarlah api yang menyala hingga saat ini. Setelah itu, di dekatnya menancapkan tongkat lagi, saat dicabut keluar air. Sehingga keduanya bisa dimanfaatkan oleh rombongan Sunan Kalijaga.

Oleh karena itu, di area Mrapen ditemukan api abadi dan mata air. Bahkan benda berupa umpak atau landasan tiang bangunan kerajaan Majapahit ditinggal di kawasan itu.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.