in ,

Sudah 104 Sekolah, Dewan Apresiasi Pemkot akan Tambah Sekolah Swasta Gratis

Wakil Ketua Komisi D DPRD Kota Semarang, Rahmuyo Adi Wibowo (paling kiri)  saat rapat di ruang komisi didampingi pimpinan komisi, belum lama ini. (Dok. Humas DPRD Kota Semarang). 

HALO SEMARANG – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang mengapresiasi Pemerintah Kota Semarang yang akan menambah jumlah sekolah swasta gratis hingga tahun 2023 mendatang.

Wakil Ketua Komisi D DPRD Kota Semarang, Rahmulyo Adi Wibowo mengatakan, pihaknya mendukung program dari Pemkot melalui Dinas Pendidikan (Disdik) dalam upaya membuat terobosan untuk membantu problem sosial di masyarakat, khususnya bagi mereka warga miskin yang bersekolah di sekolah swasta. Menurutnya, dampak Pandemi covid-19 membuat perekonomian masyarakat mandek.

“Apalagi sektor swasta sangat terdampak sekali, untuk itu kami memberikan apresiasi kepada pemkot yang membantu masyarakat melalui sekolah swasta gratis, sehingga beban masyarakat terbantu untuk tetap melanjutkan pendidikannya,” terangnya, Selasa (10/5/2022).

Dikatakannya, jika diperlukan dan memungkinkan APBD Kota Semarang bisa untuk menambah alokasi anggaran untuk mendorong program sekolah swasta gratis.

“Saya kira sekolah itu menjadi urusan wajib, jangan sampai ada anak yang tidak sekolah karena terganjal ekonomi imbas dari pandemi. Dan sah-sah saja kalau ditambah anggarannya untuk alokasi menggratiskan sekolah swasta,” ujar Bowo, sapaan akrabnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang, Gunawan Saptogiri menyatakan bahwa pihaknya akan menambah sekolah swasta gratis pada tahun 2023 mendatang. Hal ini untuk meringankan beban masyarakat di bidang pendidikan.

Menurutnya, Wali kota Semarang sebenarnya ingin sekolah swasta gratis bisa mencakup seluruh lembaga pendidikan baik yang di bawah naungan Pemkot Semarang maupun Kementerian Agama. Namun, anggaran cukup terbatas sehingga belum seluruh sekolah swasta bisa mendapatkan subsidi dari Pemerintah Kota Semarang.

“Pak wali inginnya dicakup semua, misalnya yang di bawah Kemenag seperti MI, MTs, dan sebagainya, tapi anggaran kami terbatas,” paparnya.

Gunawan menyebutkan, saat ini ada 104 sekolah swasta gratis baik TK, SD, maupun SMP. Dia memastikan, akan ada tambahan sekolah swasta gratis pada 2023.

Dia belum dapat mengungkapkan berapa tambahan sekolah swasta gratis pada tahun mendatang. Hanya saja, ada beberapa MTs yang bakal masuk sekolah gratis.

“Kami tetap tambah sekolah gratis pada 2023, ada beberapa MTs yang masuk,”  ujarnya.

Menurut Gunawan, sekolah swasta yang ingin mendapat kucuran anggaran dari Pemkot Semarang harus memenuhi sejumlah persyaratan. Nantinya, akan diverifikasi oleh Disdik, misalnya akreditasi harus jelas. Pihak sekolah juga harus menandatangani surat pernyataan tidak akan memungut biaya kepada peserta didik.

Dengan semakin banyak program sekolah swasta gratis, dia berharap, tidak ada anak di Semarang yang putus sekolah lantaran tak bisa membayar biaya sekolah.

“Kalau sudah mengajukan sekolah swasta gratis, pihak sekolah tidak boleh memungut biaya kepada peserta didik,” tegasnya.

Gunawan menerangkan, sedangkan anggaran program sekolah swasta gratis saat ini yakni sebesar Rp 1,2 juta per siswa per tahun untuk jenjang TK.

Sedangkan jenjang SD, Disdik menganggarkan Rp 1,5 juta per siswa per tahun. Dan anggaran untuk jenjang SMP sebesar Rp 1,8 juta per siswa per tahun. (HS-06)

Mudik dan Arus Balik Lancar, Ganjar: Overall Baik, Yang Marah-marah Tidak Banyak

Subur Isnadi Kembali Mendaftarkan Diri Calon Ketua Umum KONI Kendal Periode 2022-2026