in

Studi Banding Tentang Perkembangan Media, DPRD Kendal Ajak Awak Media dan Ormas ke Bandung

Acara Media Gathering yang dilaksanakan DPRD Kendal bersama mitra, dan DPRD Kota Bandung, di salah satu hotel di Kota Bandung, Sabtu (26/11/2022).

HALO BANDUNG – Seiring dengan kemajuan teknologi dan digitalisasi, membuat informasi yang berkembang di masyarakat menjadi sangat cepat dan masif. Dulunya, media massa menjadi salah satu raung informasi yang digunakan masyarakat untuk mengakses perkembangan sekitarnya maupun dunia. Namun kini, muncul banyak sumber informasi yang digunakan masyarakat, baik media sosial, media online, maupun sumber lainnya.

Itulah yang menjadi tantangan bagi media mainstream dan wartawan saat ini, ketika semua informasi bisa tersaji secara cepat. Hal tersebut disampaikan Ketua DPRD Kendal, Muhammad Makmun saat jadi nara sumber Kemitraan DPRD Kendal, wartawan dan ormas, saat Media Gathering bersama DPRD Kota Bandung, di salah satu hotel di Kota Bandung, (26/11/2022).

Kegiatan selama dua hari, Sabtu-Minggu (26-27/11/2022) tersebut, mengambil tema “Tingkatkan Peran Media Massa dan LSM yang Aktif Konstruktif Bagi Kemajuan Pembangunan Melalui Kemitraan DPRD Kabupaten Kendal”.

“Di era digitalisasi ini media punya peranan besar dalam menampilkan wajah Kabupaten Kendal, yakni sebagai pemberi kabar yang positif suatu gambaran dari berbagai bidang baik ekonomi, politik, pendidikan, pariwisata, sosial dan budaya. Semuanya jadi satu kesatuan yang didalami untuk dikabarkan melalui media,” ujar Makmun.

Tapi, lanjutnya, di tengah perkembangan zaman dan derasnya informasi di media sosial, siapapun bisa menjadi “wartawan” dan membagikan berita. Maka kerap kali, informasi yang tersaji di media massa “terlambat” karena sudah ada di media sosial.

Agar informasi yang disajikan media tidak menjadi berita basi, lanjut Makmun, maka media massa harus mampu bertransformasi dan berinovasi dalam menyajikan informasi-informasi yang cepat, akurat kepada masyarakat, tetap dengan mengedepankan kode etik jurnalistik. Karena secara prinsip, kode etik jurnalistik ini yang membedakan dengan “wartawan” media sosial yang kerap tanpa konfirmasi.

“Kegiatan study komparasi ke Bandung ini dimaksudkan untuk melihat perkembangan media di sini. Bagaimana mereka menyikapi perkembangan zaman dan derasnya informasi di media sosial,” katanya.

Tampak hadir di antaranya Wakil Ketua DPRD Kendal, Akhmad Suyuti dan Annurochim, Sekretaris DPRD Kendal, Anwar Haryono, Staf Ahli Bupati Kendal Astuti, dan Humas Sekwan Kota Bandung, Handoko. Adapun Wakil Ketua DPRD Kendal dari Fraksi PDI Perjuangan, Akhmat Suyuti berharap, terkait untuk Media Ghatering ini nantinya akan dapat ditingkatkan lagi, dari satu tahun sekali menjadi dua kali dalam satu tahun.

“Kegiatan seperti ini kan sangat bagus, positif. Kita bisa belajar dari berbagai daerah dalam memajukan dan mengembangkan daerahnya. Ya kalau bisa dua kali dalam setahun diadakan lah,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Dewan DPRD Kendal, Anwar Haryono menyampaikan, bahwa kegitan gathering ini rutin setiap tahun dilaksanakan. “Semoga dari wartawan, Ormas, dan LSM di Kendal bisa lebih bersinergi lagi, dan lebih aktif dan konstruktif bagi kemajuan pembangunan di Kabupaten Kendal melalui kemitraan DPRD Kendal. Kegitan ini juga diharapkan dapat bermanfaat bagi pembangunan di Kabupaten Kendal,” ujar Anwar

Sedangkan Perwakilan dari Sekwan Kota Bandung, Handoko menyampaikan pentingnya peran media massa untuk mempublikasikan suatu kegiatan ataupun program-program yang berdampak kepada masyarakat. “Media massa selain berfungsi dalam menyiarkan informasi, juga bisa mendidik atau memberikan edukasi kepada masyarakat. Supaya tidak mudah termakan berita atau kabar hoaks, sekaligus bisa menghibur masyarakat,” ungkapnya.(HS)

Salurkan Bantuan Kapal untuk Nelayan, DKP Kendal : Manfaatkan dengan Baik untuk Mencari Ikan

Ditemui Buruh, Ganjar Komitmen Tindaklanjuti Usulan Penyesuaian Upah