Sosialisasikan Manfaat, Disdikbud Kendal dan BPJS Ajak Tenaga Pendidik Untuk Jadi Peserta Jamsostek

Penyerahan santunan jaminan kematian kepada ahli waris almarhumah Tutik Ulin Nusfa, guru TK Muslimat NU 06 Desa Lanji Kendal, dari Jamsostek yang diterima oleh Kadisdikbud Kendal, Wahyu Yusuf Ahmadi, Kamis (1/10/2020).

 

HALO KENDAL – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kendal dan BPJS Ketenagakerjaan KCP Kabupaten Kendal menggelar Rapat Koordinasi Penyelengaraan Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan bagi tenaga kerja di sektor Pendidikan dan Kebudayaan di Kabupaten Kendal, Kamis (1/10/2020).

Dalam kegiatan yang bertempat di salah satu rumah makan di pusat Kota Kendal tersebut, dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kendal, Wahyu Yusuf Ahmadi, Kepala BP Jamsostek Semarang, Teguh Wiyono, Kepala BP Jamsostek KCP Kendal, Suriyadi dan beberapa guru kependidikan, yang digelar di salah satu rumah makan di pusat Kota Kendal.

Kepala BP Jamsostek Semarang (Pemuda), Teguh Wiyono dalam kesempatan itu mengajak seluruh guru ASN maupun honorer untuk ikut menjadi peserta BJS Ketenagakerjaan.

“Di sini kami mengajak para guru honorer dan tenaga pendidik yang ada di Kabupaten Kendal untuk menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, agar kami dapat memberikan perlindungan risiko kecelakaan kerja, kematian maupun pada saat tua nanti,” ujarnya.

Selain itu, Teguh juga menyampaikan, terkait dengan pemberian bantuan subsidi, syaratnya sesuai dengan Permenaker No 14 Tahun 2020, yaitu terdaftar mulai tanggal 30 Juni 2020, dan upahnya di bawa Rp 5 juta.

Namun, lanjut Teguh, perusahaan harus aktif membayarkan Jamsostek karyawannya atau yang terpenting karyawan tersebut masih aktif terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan.

“Di Kabupaten Kendal dan Kota Semarang yang menerima upah di bawah Rp 5 juta yang kami usulkan untuk diberikan bantuan subsidi upah ada sekitar 310.000 tenaga kerja,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala BP Jamsostek KCP Kendal, Suriyadi mengatakan, bahwa pihaknya juga memberikan santunan jaminan kematian kepada ahli waris almarhumah Tutik Ulin Nusfa, guru TK Muslimat NU 06 Desa Lanji.

“Dan kami juga menyerahkan bantuan subsidi upah sebesar Rp 2,4 juta kepada tenaga pendidik TK Tunas Mekar 05,” kata Suriyadi.

Di tempat yang sama, Kadisdikbud Kendal, Wahyu Yusuf Ahmadi mengatakan, jumlah guru pendidik di Kabupaten Kendal ada sekitar 6.500 orang, dan yang sudah menjadi peserta hingga 1 Oktober 2020 ini sekitar 2186 orang.

“Program ini sangat baik, sebagai tindaklanjut dari Undang-undang Nomor 24 Tahun 2011 tentang penyelenggaraan jaminan sosial,” terangnya.

Dikatakan, saat ini pihaknya bersama dengan BPJS Ketenagakerjaan mendorong dengan mensosialisasikan kepada teman-teman guru, dan mendorong bagi yang sudah menjadi peserta, agar dapat membayarkan sesuai dengan kewajibannya.

“Alhamdulillah tadi juga diserahkan terkait dengan manfaat BPJS Ketenagakerjaan kepada beberapa teman-teman yang sudah ikut menjadi peserta di beberapa waktu yang lalu. Termasuk bantuan sosial berupa subsidi upah, dan atas jaminan kematian,” pungkas Wahyu.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.