in

Sosialisasikan Ketentuan Cukai, Dinkominfo Blora dan Bea Cukai Gelar Pentas Kesenian

Dinas Kominfo Kabupaten Blora bersama Ditjen Bea Cukai menggelar pertunjukkan kesenian di Pendopo Kecamatan Blora, Sabtu (11/12). Pertunjukan dalam rangka sosialisasi gempur rokok ilegal dan menyemarakkan peringatan Hari Jadi ke-272 Kabupaten Blora. (Foto : Blorakab.go.id)

 

HALO BLORA – Dinas Kominfo Kabupaten Blora bersama Ditjen Bea Cukai, akan terus menyosialisasikan ketentuan di bidang cukai tembakau, termasuk pemberantasan peredaran rokok ilegal.

Hal itu disampaikan Kepala Dinkominfo Blora, Pratikto Nugroho SSos MM, dalam pertunjukan kesenian Blora, untuk menyemarakkan peringatan Hari Jadi ke-272 Kabupaten Blora, di Pendopo Kecamatan Blora, Sabtu (11/12). Hadir dalam pergelaran kesenian itu, Bupati Blora H Arief Rohman SIP MSi beserta sejumlah pejabat terkait.

Menurut Pratikto, tantangan ke depan yang dihadapi adalah memberantas peredaran rokok ilegal. Karena itu pihaknya bersama Bea Cukai, akan terus menyosialisasikan ketentuan di bidang cukai tembakau.

Sebelumnya Sekretaris Dinkominfo Blora, Bambang Setya Kunanto, menyampaikan sosialisasi ketentuan di bidang cukai tembakau 2021 (DBH CHT), digelar secara maraton bersama Kantor Bea dan Cukai Kudus, di sejumlah daerah di Kabupaten Blora.

Bambang menyebut, pihaknya mensinyalir masih terdapat pedagang dan produsen rokok, yang belum taat aturan pemerintah. Dugaan ini muncul, lantaran masih ada peredaran rokok ilegal di sejumlah wilayah.

“Yaitu rokok tanpa cukai, baik di desa dan kota,” kata dia, seperti dirilis Blorakab.go.id.

Dia mengatakan perlu diketahui bahwa memproduksi rokok tanpa cukai untuk dijual, adalah perbuatan melanggar hukum, serta merugikan negara.

“Merugikan kita semua. Sebab cukai produk tembakau itu salah satu sumber pendapatan negara,” terangnya.

Menurut Bambang, jika negara tidak punya pendapatan, maka tidak dapat membangun, sehingga akhirnya tidak bisa mensejahterakan rakyat.

“Untuk itu, mari kita gempur rokok ilegal. Dengan tidak mengonsumsi, mengedarkan, apalagi memproduksi rokok ilegal,” ajaknya.

Sosialisasi dilakukan secara maraton, tidak hanya di wilayah perkotaan tetapi digelar pula di desa-desa. Tujuannya tak lain agar masyakarat desa memahami ketentuan yang terkait dengan cukai tembakau.

Menurut Bambang Setya Kunanto, sebanyak 26 desa atau lokasi menjadi tempat penyelenggaraan ketentuan bidang cukai tembakau 2021 melalui kesenian.

Sosialisasi tersebut melibatkan para pelaku kesenian khas seperti wayang kulit, barongan dan musik dengan bahan sosialisasi yang sudah disiapkan Dinkominfo Blora.

‘’Dalam satu lokasi terkadang ada yang kolaborasi dua kesenian seperti barongan dan musik. Ada juga yang barongan sendiri dan musik sendiri,’’ kata Bambang.

Ia menambahkan, Dinkominfo Blora menurunkan tim, untuk melakukan monitoring pelaksanaan sosialisasi ketentuan bidang cukai tembakau 2021 di desa-desa tersebut.

Dalam sosialisasi itu, antara lain disampaikan pula barang kena cukai, berdasarkan Undang-Undang Cukai Nomor 39 Tahun 2007, yakni etil alkohol, minuman mengandung etil alkohol, dan hasil tembakau.

Adapun jenis hasil tembakau di antaranya sigaret kretek, sigaret putih dan kelebak menyan, cerutu, rokok daun, tembakau iris serta hasil pengolahan tembakau lainnya (HPTL).

Disampaikan pula bahwa selain harus memiliki izin usaha, hasil tembakau hanya boleh ditawarkan, diserahkan, dijual atau disediakan untuk dijual dengan syarat dikemas untuk penjualan eceran dalam satu kemasan utuh.

Selain itu, dilekati pita cukai. Bagi pelanggar ketentuan bidang cukai akan dikenakan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku. Masyarakat pun diminta untuk tidak membeli atau mengonsumsi rokok ilegal.

Masyarakat juga diharapkan melapor ke petugas jika mendapati rokok ilegal. Antara lain rokok polos atau tanpa pita cukai, rokok dengan pita cukai palsu, rokok dengan pita cukai bekas serta rokok dengan pita cukai bukan peruntukannya dan rokok dengan pita cukai bukan haknya.

Dengan demikian, sejumlah cara dilakukan Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Kabupaten Blora untuk menyosialisasikan ketentuan bidang cukai tembakau 2021.

Selain pertemuan tatap muka terbatas dengan para pihak terkait bekerja sama dengan Kantor Bea Cukai Kudus, ada juga sosialisasi melalui kesenian daerah seperti pagelaran wayang kulit, barongan dan musik.

Namun, karena masih masa pandemi Covid-19, sosialisasi melalui kesenian itu dilakukan tatap muka terbatas dan secara virtual yang disiarkan langsung melalui chanel media sosial (Medsos).

‘’Kalaupun ada warga yang datang langsung menyaksikan sosialisasi melalui kesenian itu, jumlahnya terbatas dan wajib menaati protokol kesehatan (Prokes),’’ ujarnya.

Sementara itu Camat Blora Budiman SSTP MM, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada Dinkominfo dan Dirjen Bea Cukai, yang tentu saja mengobati rasa rindu warga masyarakat setempat akan hiburan.

Dikatakannya, Kecamatan Blora dalam memeriahkan Hari Jadi k-272 Kabupaten Blora dengan penuh rasa syukur dan kebahagiaan.

“Kalau tema Hari Jadi k-272 Kabupaten Blora adalah Bangkit Berjuang Sesarengan Mbangun Blora, maka di Kecamatan Blora ini kami tambah, Kecamatan Blora Bahagia, Bangkit Berjuang Sesarengan Mbangun Blora,” ucapnya. (HS-08)

Hadiri Pertunjukan Kesenian, Bupati Blora : Banyak Desa di Hutan Masih Blank Spot

Reses, Ketua Komisi A DPRD Jateng Terima Aspirasi Soal Infrastruktur