Sosialisasikan 4 Pilar Kebangsaan, Mujib Rohmat: Pancasila Tak Sekadar Simbol

Anggota MPR RI dari Fraksi Golkar, Mujib Rohmat saat sosialisasi empat pilar kebangsaan di Balai Desa Bebengan, Boja, Senin (24/9/2020) lalu.

 

HALO KENDAL – Anggota MPR RI dari Fraksi Golkar, Mujib Rohmat berharap nilai-nilai kebangsaan dapat diamalkan oleh generasi muda, di tengah pandemi Covid-19. Keempat pilar kebangsaan, yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika.

“Diharapkan nilai-nilai yang terkandung dalam empat pilar kebangsaan dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya di masa pandemi Covid-19,” kata Mujib Rohmat usai sosialisasi empat pilar kebangsaan di Balai Desa Bebengan, Boja, Senin (24/9/2020).

Menurutnya, Pancasila bukanlah hanya simbol sila-sila saja. Namun, harus bisa dilaksanakan dan diimplementasikan dalam kegiatan bermasyarakat.

“Pancasila harus dilaksanakan oleh semua kalangan secara optimal. Sehingga NKRI ini bisa tetap utuh dan bersatu,” tandasnya.

Dalam menghadapi pandemi Covid-19, sebagai warga Indonesia harus menjadikan nilai-nilai dalam Pancasila sebagai pedoman. Dengan demikian, nilai-nilai kemanusian dan kepedulian antarsesama semakin meningkat di masa pandemi.

“Mengatasi wabah virus Covid-19 ini, semua elemen masyarakat harus berpedoman kepada nilai-nilai Pancasila, sebab tanpa itu semua hanya berjalan sendiri tanpa ada koordinasi satu sama lain,” terangnya.

Meski begitu, Mujib tetap mengingatkan agar dalam melakukan kegiatan tersebut, tetap menjalankan protokol kesehatan. Selain itu, seluruh peserta telah melakukan rapid test Covid-19 sebelumnya.

“Dengan demikian, tumbuh juga rasa saling membantu dan kepedulian kepada sesama manusia. Mengingat banyak sektor yang terdampak, akibat pandemi Covid-19 yang terjadi,” jelasnya.

Mujib juga mengatakan, dengan pandemi Covid-19 ini, masyarakat banyak yang terbebani, apalagi dari segi ekonomi. Terlebih dengan adanya pekerja atau karyawan yang dirumahkan, bahkan hingga terkena PHK.

“Dari nilai-nilai yang ada pada Pancasila, maka dijadikan pedoman dalam menghadapi Covid-19. Salah satunya kita harus saling membantu dan peduli kepada sesama,” imbuhnya.

Pada masa pandemi seperti ini, generasi muda tentu saja akan semakin dihadapkan pada tantangan berat, mulai dari persaingan dalam dunia kerja hingga sektor-sektor yang dapat digantikan oleh teknologi.

Mujib juga mengungkapkan, di era digitalisasi berbagai aspek juga dapat menggerus nilai-nilai kebangsaan dalam perjalanan bangsa dan negara ke depan.

“Oleh karena itu, perlunya peran serta kesiapan generasi muda untuk menghadapi kondisi-kondisi extraordinary, namun dengan tidak melupakan semangat pilar-pilar kebangsaan,” tandas Mujib.

Dalam kesempatan ini, Mujib juga menambahkan, dengan penanaman nilai-nilai kebangsaan, maka dapat lahir generasi penerus yang berkualitas serta cinta kepada NKRI.

“Maka kami berharap kepada kalangan pelajar dan milenial, selain memiliki aktivitas yang sangat tinggi juga bertujuan untuk menanamkan dan membangun pondasi ideologi kebangsaan yang kuat,” pungkasnya. (HS).

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.