in

Sosialiasi Bea Cukai di Blora, Tawarkan Rokok Ilegal Bisa Dipenjara Setahun

Sosialisasi Ketentuan Bidang Cukai Tembakau (DBH CHT) Tahun 2024 yang melibatkan puluhan guru dan siswa SMP serta SMA di ruang pertemuan Setda Blora, Selasa (2/4/2024). (Foto : blorakab.go.id)

 

HALO BLORA – Pemeriksa Bea dan Cukai Pertama, Sidiq Gandi Baskoro, selaku narasumber dari Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Kudus, menyampaikan jenis barang kena cukai berdasarkan Undang-Undang Cukai Nomor 39 Tahun 2007 Pasal 4 Ayat 1, yakni etil alkohol, minuman mengandung etil alkohol dan hasil tembakau.

Hal itu disampaikan dalam sosialisasi Ketentuan Bidang Cukai Tembakau (DBH CHT) Tahun 2024 yang melibatkan puluhan guru dan siswa SMP serta SMA di ruang pertemuan Setda Blora, Selasa 2 April 2024.

Sidiq Gandi Baskoro menjelaskan barang tertentu tersebut mempunyai sifat dan karakteristik tertentu.

Sehingga konsumsinya perlu dikendalikan. Peredarannya perlu diawasi. Pemakaiannya menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat atau lingkungan hidup.

Pemakaiannya perlu pembebanan pungutan negara demi keadilan dan kesinambungan.

Sedangkan jenis barang kena cukai dari hasil tembakau adalah rokok. Sidiq menyebut yang termasuk ciri-ciri rokok ilegal, yakni rokok polos, rokok dengan pita cukai palsu, rokok dengan pita cukai bekas.

Berikutnya, rokok dengan pita cukai bukan peruntukannya dan rokok dengan pita cukai bukan haknya.

Sidiq Gandi Baskoro juga menjelaskan, menjelaskan yang termasuk ciri-ciri rokok ilegal, yakni rokok polos, atau tidak dilekati pita cukai sesuai ketentuan.

Berdasarkan Pasar 54 UU Nomor 39 Tahun 2007 tantang Cukai, setiap orang yang menawarkan, menyerahkan, menjual, atau menyediakan untuk dijual barang kena cukai yang tidak dikemas untuk penjualan eceran atau tidak dilekati pita cukai atau tidak dibubuhi tanda pelunasan cukai lainnya, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29 ayat 1, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 5 tahun dan / atau pidana denda paling sedikit 2 kali nilai cukai dan paling banyak 10 kali nilai cukai yang seharusnya dibayar.

“Kemudian rokok dengan pita cukai palsu. Ini bisa dipidana penjara 1 tahun sampai dengan 8 tahun dan/atau denda 10x sampai dengan 20x nilai cukai (Pasal 55 huruf a,b,c UU Cukai),” jelasnya.

Selanjutnya rokok dengan pita cukai bekas. Pidana penjara 1 tahun sampai dengan 8 tahun dan/atau denda 10x sampai dengan 20x nilai cukai (Pasal 55 huruf a,b,c UU Cukai).

Berikutnya, rokok dengan pita cukai bukan keperuntukannya, pidana penjara satu tahun sampai dengan 5 tahun dan/atau denda 2x sampai dengan 10x nilai cukai (Pasal 50 UU Cukai).

Rokok dengan pita cukai bukan haknya. Pidana penjara satu tahun sampai dengan lima tahun dan/ataubdenda 2x sampai dengan 10x nilai cukai (Pasal 58 UU Cukai).

Sidiq Gandi Baskoro juga menjelaskan, ciri-ciri rokok ilegal, yakni tidak mencantumkan kota produksi, harga rokok SKM sekitar Rp 5.000,00 atau kurang dari Rp10.000,00.

“Peran kita, mempunyai izin (NPPBKC) jika ingin memproduksi/mengimpor rokok. Tidak membeli rokok ilegal. Tidak menjual rokok ilegal. Laporkan atau beritakan informasi adanya peredaran nrokok ilegal di sekitar kita kepada aparat penegak hukum terkait atau kepada Bea Cukai Kudus,” ujarnya.

Ia menandaskan, anak di bawah usia 18 tahun tidak boleh membeli atau menjual rokok, demi perbaikan Sumber Daya Manusia di masa depan.

Untuk diketahui Cukai Rokok menjadi penyokong dana terbesar bagi Penerimaan Cukai Negara. Pemanfaatan DBH CHT adalah peningkatan bahan baku, pembinaan industri, pembinaan lingkungan sosial, sosialisasi ketentuan di bidang cukai dan pemberantasan barang kena cukai (BKC) ilegal.

Sosialisasi Ketentuan di Bidang Cukai Tembakau (DBH CHT) 2024 diselenggarakan Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Kabupaten Blora bekerja sama dengan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Kudus. (HS-08).

Desa Kajar, Sentra Wedang Mawar di Kaki Pegunungan Lasem Rembang

Bupati Blora Usulkan Daerahnya Jadi Kawasan Industri