Soenarno: Persoalan Banjir Harus Menjadi Perhatian Pemprov Jateng

Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Jateng, Soenarno.

 

HALO SEMARANG – Sebulan terakhir ini, di Jawa Tengah terdapat beberapa kebijakan dan kejadian yang berdampak luas bagi kehidupan masyarakat. Hal itu diungkapkan Anggota Komisi A DPRD Jateng, Soenarno, Jumat (26/2/2021).

Kebijakan dan kejadian yang diungkapkan Soenarno yaitu, gerakan Jateng di Rumah Saja, pelaksanaan PPKM Mikro, vaksinasi Covid-19, bencana banjir dan tanah longsor, letusan Gunung Merapi, rusaknya infrastruktur dan fasilitas akibat bencana.

Menurutnya gerakan Jateng di Rumah Saja dan PPKM Mikro adalah bukti upaya Pemerintah Jawa Tengah menekan penyebaran Covid-19.

“Saya kira perlu diapresiasi, program terobosan dan inisiasi dari Pak Ganjar ini dalam menekan dan mengendalikan penyebaran Covid-19,” tuturnya kepada halosemarang.id.

Soenarno menyatakan, pelaksanaan vaksinasi Covid-19, baginya kebijakan Pemprov Jateng sudah sejalan dengan pemerintah pusat. Di mana pelaksanaannya dilakukan dengan cepat dan tepat sasaran.

“Terkait dengan gencarnya vaksinasi, hal ini memang sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat. Dan menurut kami harus dilaksanakan secara cepat dan tepat. Vaksinasi akan memberikan dampak positif bagi kepercayaan masyarakat dan dunia usaha dalam menggerakkan perekonomian kembali,” imbuh Soenarno.

Akan tetapi, berdasarkan pantauan, dia mencatat pelaksanaan vaksinasi untuk yang tahap pertama (tenaga kesehatan) belum optimal karena masih ada beberapa daerah yang belum selesai.

“Vaksinasi tahap kedua (pelayan publik, golongan rentan) masih kami monitor pelaksanaannya, namun selama ini cukup baik,” katanya.

Selain Gerakan Jateng Di Rumah Saja, PPKM Mikro, dan vaksinasi, dia juga menanggapi kinerja Pemprov Jateng tentang penanganan bencana, baik banjir, maupun longsor.

“Bencana banjir dan rusaknya infrastruktur di beberapa wilayah Jawa Tengah, kiranya perlu mendapat perhatian gubernur,” katanya.

Terlebih masih terdapat bencana banjir yang belum belum surut, bahkan tambah lagi. Di samping itu, lanjutnya, banjir juga menyebabkan kerusakan jalan, jembatan, dan fasilitas lainnya.

“Publik tentu bertanya-tanya apa penyebabnya, kenapa begitu lama surutnya, apakah tidak ada penanganan, apakah ada kendala penanganan. Ataukah ada penyebab lain yang sulit ditangani. Masyarakat kurang mendapat informasi dan penjelasan secara lengkap mengenai hal itu, sehingga masyarakat berpikir sendiri dan akhirnya menyimpulkan sendiri,” ujar Soenarno.

Politikus Partai Golkar itu menekankan langkah-langkah yang perlu dilakukan Pemprov Jateng. Mempercepat vaksinasi sesuai sasaran prioritas dan membuat strategi serta antisipasi dalam rantai dingin vaksin tersebut, karena memerlukan suhu dan perlakuan tertentu.

“Pemprov Jateng harus fokus pada penanganan banjir dengan tahapan yang jelas dan dijelaskan kepada masyarakat,” tambahnya.

Melakukan koordinasi secara intensif dengan pemerintah pusat dalam hal ini Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jateng-DIY untuk percepatan perbaikan jalan nasional, juga diperlukan.

“Segera melakukan perbaikan jalan dan jembatan yang menjadi kewenangan provinsi,” tutupnya.(HS)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.