in

Soekarno Dan Keberagaman Bangsa Indonesia

Pastor Kepala Campus Ministry Unika Soegijapranata Semarang, Romo Aloys Budi Purnomo Pr. (dok/pribadi).

 

HALO SEMARANG – 6 Juni 1901 adalah momen bersejarah bagi bangsa Indonesia. Sang proklamator kemerdekaan Indonesia sekaligus Presiden Pertama Republik Indonesia, Soekarno lahir.
120 tahun kemudian bangsa Indonesia masih saja ingat dan memperingati hari kelahiran Soekarno.

Selain sebagai sang proklamator, ia juga dikenal sebagai tokoh keberagaman.

Pastor Kepala Campus Ministry Unika Soegijapranata Semarang, Romo Aloys Budi Purnomo Pr mengatakan, mengenang kelahiran Soekarno adalah penting dilakukan. Sebab menurutnya, jika tidak ada Soekarno, Pancasila tidak mungkin lahir.

“Mengenang beliau menjadi penting diperingati kelahirannya, beliau menggali nilai-nilai Pancasila yang sangat penting untuk kehidupan kita berbangsa dan bernegara. Sehingga tanggal 6 Juni menjadi penting, kalau tidak ada tanggal 6 Juni mungkin tanggal 1 Juni menjadi tidak penting bagi kita,” kata Romo Budi saat dihubungi halosemarang.id, Minggu (6/6/2021).

Penghubungan antara hari lahir Pancasila dan Soekarno, katanya, sulit untuk dipisahkan karena saling berkaitan. Munculnya Pancasila adalah sebagai simbol keberagaman bangsa Indonesia.

Romo Budi mencontohkan, sebagai umat Katolik dirinya merayakan kelahiran Isa Al-Masih dan umat muslim merayakan Maulud Nabi Muhammad SAW, adalah sebagai bukti bahwa momentum tersebut meletakkan sejarah penting untuk kehidupan manusia.

“Tanpa melabeli Bung Karno itu penting dalam konteks religius, tapi kelahiran beliau menjadi penting karena figur beliau menjadi proklamator. Bahkan sebelum proklamasi kemerdekaan beliau sudah mempersiapkan untuk membangun bangunan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujarnya.

Menurutnya, sosok sang proklamator ini harus direplikasi kembali pada generasi saat ini. Saat itu, lanjutnya, Soekarno masih relatif muda memikirkan kemerdekaan Republik Indonesia.

“Generasi muda, dewasa ini perlu kiranya mengenal sosok Bung Karno yang pada waktu itu juga relatif muda. Jadi sebagai pemuda berani mempunyai misi masa depan bukan hanya untuk kepentingan diri sendiri tapi untuk kepentingan bangsa,” imbuhnya.

Romo Budi menyebut, Soekarno lahir dengan DNA keberagaman yang merumuskan visi misi bangsa Indonesia. Buah tersebut ruang-ruang keberagaman tumbuh dalam konteks kerukunan.

“Mengapa Bung Karno di usia remaja sangat maju? Karena beliau bergaul dan kemudian filosofi juga paradigma pemikiran beliau sangat mengakomodir keberagaman ini, dan itu yang diletakkan pada kita sebagai anak-anak bangsa ini,” katanya.

Romo Budi mengajak kepada generasi muda untuk menanam keberagaman dan kepedulian pada bangsa Indonesia. Dengan begitu, katanya, generasi berikutnya akan menikmati hasilnya.

“Bahwa kita ini hadir dalam keberagaman. Kalau itu penting, kita kembangkan mesti sebagai laksana pohon yang berbuah. Sekarang ini kita sedang menikmati buah dari pohon yang ditanam beliau (Soekarno),” ajak Romo.(HS)

Share This

Cegah Penyebaran Covid-19, GOR Tri Lomba Juang Ditutup Sementara

Dybala Jadi Andalan, Ronaldo dalam Bahaya