Soal Wacana Simulasi Pembelajaran Tatap Muka, Disdikbud: Kendal Masih Zona Merah

Kepala Disdikbud Kendal, Wahyu Yusuf Akhmadi.

 

HALO KENDAL – Terus meningkatnya angka positif Covid-19 di Kendal, memaksa Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kendal kembali menahan rencana simulasi pembelajaran tatap muka.

Kepala Disdikbud Kendal, Wahyu Yusuf Akhmadi mengatakan hal tersebut di tengah polemik adanya simulasi pembelajaran tatap muka di sejumlah daerah di Jawa Tengah.

“Disdikbud belum akan melakukan simulasi maupun pembelajaran tatap muka dalam waktu dekat,” jelas Wahyu saat ditemui, Sabtu (12/9/2020).

Menurutnya, ini berlaku dari sekolah tingkat Paud hingga SMP sederajat selagi kasus Covid-19 di Kabupaten Kendal belum mereda.

“Kita patuhi Surat Keputusan Bersama (SKB) empat Menteri tentang panduan pembelajaran saat pandemi. Jangan sampai kita melanggar, apalagi saat ini Kendal masih zona merah,” terangnya.

Wahyu menyadari, banyak orang tua yang menginginkan pembelajaran tatap muka bagi anak-anaknya.

“Sebagaimana evaluasi pembelajaran yang dilakukan Disdikbud Kendal beberapa waktu lalu, 72% orang tua siswa menginginkan pembelajaran tatap muka diaktifkan,” imbuhnya.

Diungkapkan, salah satu faktor adalah beban yang semakin berat dipikul orang tua siswa saat pembelajaran secara daring maupun luring terus diterapkan.

“Disdikbud sudah mempersiapkan formula pembelajaran tatap muka manakala siap untuk diterapkan di tengah pandemi,” kata Wahyu yang juga sebagai Tim Gugus Pencegahan Covid-19 Kabupaten Kendal.

Hanya saja, pihaknya menunggu perkembangan Covid-19 di wilayah sekitar dengan pertimbangan minimal sudah dinyatakan sebagai zona kuning ataupun zona hijau.

“Kalaupun untuk simulasi dengan mendatangkan anak-anak, itu nanti pada saatnya. Minimal zona kuning atau zona hijau. Itupun kita harus kordinasi dengan Dinas Kesehatan dan kepala daerah,” ungkapnya.

Wahyu berjanji, pihaknya akan segera menyampaikan informasi sedetail mungkin bersama dengan skema pembelajaran tatap muka, jika situasi sudah mendukung.

“Pada nantinya, orang tua juga sebagai penilai apakah skema yang diusulkan diterima dan didukung untuk diterapkan,” tandasnya.

Karena kata Wahyu, dalam situasi saat ini, kesehatan dan keselamatan para siswa menjadi hal yang utama dan tidak boleh dianggap sepele.

“Saya bilang, ini opsi yang terbaik saat ini yang bisa kita lakukan. Sembari kita fokus persiapkan sarana dan prasarana pendukung kesehatan di sekolah,” pungkasnya.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.