in

Soal Study Tour Pelajar, Anggota DPR Ini Tekankan Kelaikan Kendaraan

Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian. (Foto: dpr.go.id)

 

 

HALO SEMARANG – Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian mengkritik kebijakan Pemerintah Daerah, yang melarang penyelenggaraan study tour.

Larangan itu bermunculan, sebagai reaksi atas peristiwa kecelakaan maut rombongan SMK Lingga Kencana Depok di Ciater, Kabupaten Subang, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.

Menurut Hetifah Sjaifudian, pelarangan itu tidak menyentuh pokok permasalahannya.

Menurut dia, yang harus disasar adalah masalah kelaikan kendaraan dan sistem managemen kegiatan tersebut.

“Bukan salahnya program study tour, apalagi kesalahan siswanya, keliru kalau yang dilarang study tour-nya,” tegas Hetifah, baru-baru ini, seperti dirilis dpr.go.id.

Maka dari itu dia mendesak agar kebijakan melarang study tour ditinjau kembali dan fokus pada perbaikan aspek-aspek yang memang menjadi sumber masalah.

Sebagai solusi, Hetifah menegaskan agar fokus kebijakan diarahkan pada inspeksi kelayakan kendaraan dan operatornya.

Lebih lanjut Hetifah berharap, pemangku kepentingan yang terlibat dalam kebijakan tersebut dapat mempertimbangkan ulang kebijakannya dan fokus pada solusi yang lebih efektif untuk menjamin keselamatan dan kenyamanan siswa dalam kegiatan study tour.

“Kami mendesak agar ditinjau kembali kebijakan ini dan fokus pada perbaikan aspek-aspek yang memang menjadi sumber masalah. Larangan study tour bukan solusi. Yang diperlukan adalah pengawasan lebih ketat terhadap kelayakan kendaraan, operator transportasi, agar kegiatan study tour dapat berjalan dengan aman dan tetap memberikan manfaat edukatif bagi siswa,” tegas Politisi Fraksi Partai Golkar ini.

Pendapat senada disampaikan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif / Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno.

Menurut dia, yang perlu didorong adalah kolaborasi seluruh pihak terkait, untuk memperkuat pengawasan terhadap kelaikan bus pariwisata di Indonesia.

Menparekraf Sandiaga, seperti dirilis kemenparekraf.go.id, mengatakan berkaca dari kecelakaan bus pariwisata yang ditumpangi oleh siswa SMK Lingga Kencana di Subang, Jawa Barat, 11 Mei 2024 lalu, maka perlu dilakukan peningkatan manajemen krisis, dalam mengantisipasi kejadian serupa.

Salah satunya melalui peningkatan pengawasan kelayakan bus pariwisata.

“Kecelakaan ini terpicu oleh kondisi kendaraan yang tidak laik,” kata Menparekraf Sandiaga.

Pengawasan tersebut, kata Sandiaga, salah satunya bisa dilakukan dengan mengunduh aplikasi aplikasi Sistem Perizinan Online Angkutan Darat dan Multimoda (Spionam) dari Kementerian Perhubungan.

“Kita harus terus melakukan edukasi yang lebih baik dan memberikan informasi kepada para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif untuk mengecek data di Kementerian Perhubungan dan asosiasi agen perjalanan base-base mana yang lolos penilaian melalui aplikasi Spionam. Sehingga ini mudah-mudahan ini tidak terjadi lagi,” katanya. (HS-08)

Indonesia Jamin Forum Air Dunia ke-10 Aman dari Ancaman Nuklir

Punya Potensi Kejutan Rekan Seperguruan Khabib