in

Soal Rekaman Bawaslu Menunggu Kelengkapan Berkas Laporan, Tino: Itu Hoaks!

Foto ilustrasi Pilkada 2020.

 

HALO KENDAL – Tersebarnya rekaman percakapan yang beredar di masyarakat melalui media sosial, tentang klaim terkait pengkondisian bantuan pemerintah, membuat suhu politik jelang Pilkada Kendal 2020 mulai memanas.

Calon Bupati Kendal yang diusung PDI Perjuangan, Tino Indra Wardono, sebagai pihak yang diduga ada dalam percakapan itu pun angkat bicara.

Menurut Tino yang berpasangan dengan Mustamsikin tersebut, dalam politik banyak cara yang dilakukan untuk saling menjatuhkan.

“Semua pasangan calon ingin nyaman dan menang, tetapi jangan sampai membuat kegaduhan,” ungkapnya, saat ditemui di Posko Pemenangan, Rabu sore (25/11/2020).

Dia pun memastikan isu-isu yang muncul, sebaiknya digunakan pasangan calon untuk menunjukkan karya nyata.
Saat ditanya suara yang diduga mirip dengan dirinya, Tino pun membantah dan mengaku tidak tahu kapan dan di mana kejadian seperti dalam rekaman tersebut.

“Saya pastikan iti hoaks dan rekayasa. Apalagi jika di tempat umum, itu tidak mungkin saya mengatakan seperti itu. Tapi, jika dalam pertemuan tertutup dan terbatas seperti ada evaluasi itu wajar saja,” tandasnya.

Tino pun mengaku, tidak merasa bahwa isu tersebut akan menjatuhkan dirinya, dan tidak perlu menanggapinya.

“Saya tidak perlu menanggapi soal itu. Yang terpenting bagi kami, bagaimana TIM fokus pada pelaksanaan pencoblosan yang kurang dua minggu lagi,” tegasnya.

Terpisah Kordiv Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Kabupaten Kendal, Firman Teguh Sudibyo mengaku, pihaknya sudah menerima laporan tersebut dan sedang menunggu tambahan kelengkapan berkas laporan.

“Laporan dari warga, terkait rekaman tersebut sudah kami terima, dan kami tindak lanjuti. Namun masih menunggu kelengkapan berkas laporan,” terangnya.
Ditegaskan oleh Firman, pihaknya menunggu kelengkapan berkas laporan tersebut, hingga Rabu (25/11/2020) malam, untuk bahan penyelidikan.

“Jika berkas laporan tidak juga dilengkapi, maka Bawaslu tetap akan melakukan penelusuran. Meskipun nantinya akan mengalami kesulitan, karena data yang tidak lengkap, seperti waktu kejadian dan tempat kejadiannya,” ungkapnya.

Bawaslu akan berkordinasi dengan sentra Gakkumdu untuk menelusuri rekaman suara yang diduga calon Bupati Kendal ini.

“Yang kami terima ini hanya rekaman suara saja. Jadi kesulitan untuk membuktikannya, berbeda jika bukti berupa rekaman video atau dalam bentuk foto, itu akan jelas,” pungkas Firman.

Sebagai informasi, sepekan terakhir ini beredar rekaman percakapan suara seorang laki-laki yang sedang berorasi dalam sebuah kampanye tertutup. Dalam rekaman suara yang diduga terjadi di Kabupaten Kendal, sosok suara laki-laki memberi instruksi kepada beberapa orang, bahwa bantuan pemerintah berupa bantuan sosial tunai (BST), progran keluarga harapan (PKH), maupun bantuan pangan non tunai (BPNT) adalah dari Presiden Jokowi yang notabene kader PDI Perjuangan.

Maka, dalam rekaman itu suara laki-laki tersebut berpesan kepada timnya, agar bisa memastikan warga di beberapa kecamatan di Kendal harus mencoblos pasangan yang diusung PDI Perjuangan di Pilkada Kendal 2020.

Bahkan dalam rekaman tersebut, tim pemenangan akan melakukan verifikasi ke desa, jika diketahui ada yang tidak memilih pasangan nomor urut 3 di Pilkada Kendal, maka nama penerima bantuan tersebut akan diganti dengan nama lain sebagai penerima bantuan.(HS)

Share This

Peringati Hari Guru Ini Pesan Ganjar Pada Pelajar Berprestasi di Jateng

Peluang Bagnaia untuk Lebih Berprestasi