Soal Pembatalan UN, Ini Kata Sekretaris Komisi D DPRD Kota Semarang

Sekretaris Komisi D DPRD Kota Semarang, Anang Budi Utomo.

 

HALO SEMARANG – Penyebaran virus corona atau Covid-19 di Indonesia, membuat Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengambil langkah pembatalan pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tahun ini. Selain masalah UN, Kemendikbud juga mengambil sikap memperpanjang masa belajar di rumah bagi siswa dari TK sampai SMA/SMK hingga dua pekan ke depan.

Menanggapi hal ini, Sekretaris Komisi D DPRD Kota Semarang, Anang Budi Utomo mengatakan, pihaknya menyadari situasi yang ada memang membuat beberapa hal menjadi terganggu. Termasuk proses belajar mengajar siswa serta terkait ujian nasional.

- Advertisement -

Jika mengambil nilai positif dari kebijakan tersebut, dia pun beranggapan, jika pembatalan UN akan lebih memudahkan sistem zonasi yang selama ini diterapkan di Kota Semarang saat penerimaan siswa disik baru.

“Tentunya sistem zonasi akan lebih mudah, siswa yang diterima bisa menggunakan nilai murni dari rapot,” katanya Selasa (24/3/2020).

Terkait penentuan kelulusan pun dimungkinkan menggunakan nilai rapot. Namun tetap harus ada opsi atau starndar serta kelulusan yang harus disusun oleh Kemendikbud. Nantinya opsi atau petunjuk tersebut bisa diaplikasikan di tingkat kabupaten/kota.

“Tinggal nanti model perhitungan dari rapot bagaimana, pasti ada petunjuk dari Kemendikbud terkait konsekuensi pembatalan UN ini. Istilahnya tinggal menunggu petunjuk teknisnya,” tambahnya.

Dirinya memprediksi akan ada mata pelajaran yang digunakan sebagai indeks komposit, yakni mata pelajaran yang dianggap bisa mewakili kelulusan siswa. Kebijakan ini sendiri, diambil pemerintah untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 di daerah.

“Yang jelas guru lebih paham siswa yang layak lulus ataupun tidak. Kembali lagi, nanti menunggu arahan dari Kemendikbud. Karena otomatis kriterianya akan berubah jika UN dibatalkan,” ucapnya.

Dibatalkannya UN tahun ini, lanjut dia, dimungkinkan akan dilakukan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) dengan model online. Namun jika tidak dimungkinkan menggelar sistem online, bisa menggunakan akumulasi nilai rapot selama lima semester akhir sebagai dasar penentuan kelulusan.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.