Soal Maraknya Lomba Balap Lari Liar, Ganjar: Dilombakan, Tak Fasilitasi

Foto potongan video lomba lari liar yang sedang marak di kalangan anak muda.

 

HALO SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo turut menanggapi aksi balap lari liar yang terjadi di Kota Semarang dan beberapa daerah lainnya.

Ganjar menyarankan agar lari liar itu dijadikan lomba yang jelas, namun tak boleh ditonton oleh kerumunan.

“Kalau memang mereka itu bener-bener seperti itu, udah deh tak ajak aja yuk, tak gaweke tempat yo, terus mlayuo,” kata Ganjar usai menemui perwakilan Komnas HAM di ruang rapat lantai 2, kantor Gubernur Jateng, Selasa (15/9/2020).

Ganjar mengatakan, bila para pelari liar itu setuju, maka pihaknya akan memfasilitasi. Sehingga, kata Ganjar, kegiatannya lebih jelas dan bermanfaat.

“Kalau mereka setuju ketemu saya. Tak buatin lomba, wis lomba mlayu malah jelas. Tak kei lapangan mlayuo sing banter (saya kasih lapangan lari lah yang kencang),” kata Ganjar.

Bahkan, Ganjar mengatakan, akan meminjamkan fasilitas olahraga milik Pemkot Semarang yakni Stadion Tri Lomba Juang.

“Nanti tak kasih tempat, kita tak pinjamkan stadionnya Pak Hendi (Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi) itu. Untuk kemudian kita lombakan, malah sehat. Tapi jangan ditonton,” tegas Ganjar.

Menurut Ganjar, kegiatan balap lari itu bagus. Namun, spiritnya harus diubah. Dari yang semula sebagai aktivitas yang menimbulkan keramaian bahkan kericuhan, menjadi spirit olahraga.

“Sing penting spiritnya sekarang jangan spirit sekadar keramaian, kericuhan, wah-wahan, tidak. Tapi arahkan untuk olahraga,” ujarnya.

Sebagai informasi, lomba lari liar saat ini sedang ngetrend di kalangan anak muda dan sedang jadi sorotan. Dikarenakan, penonton yang berkerumun dikhawatirkan bisa menjadi klaster baru dalam penularan wabah corona.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.