in

Soal Konsep Penataan PKL, Ini Kata Hendi-Ita dalam Debat Publik Pilwakot Semarang

Pasangan calon tunggal Wali Kota dan Wakil Wali Kora Semarang, Hendrar Prihadi dan Hevearita Gunaryanti Rahayu saat dalam acara Pilkada Damai yang digelar KPU Kota Semarang di Hotel Gumaya, beberapa waktu lalu.

 

HALO SEMARANG – Pasangan calon tunggal Wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi dan Hevearita Gunaryanti Rahayu (Hendi-Ita) mengikuti debat publik pendalaman materi dan penajaman visi dan misi calon putaran kedua, di Hotel Patra Semarang, Rabu (2/12/2020) malam.

KPU Kota Semarang, sebagai penyelenggara, menghadirkan lima panelis yakni Dekan FEB Undip, Suharnomo, Budayawan, Prie GS, Senat Akademik Undip, Indah Susilowati, Ketua IDI Wilayah Jawa Tengah, Djoko Handojo, dan Rois Syuriah PWNU Jateng, Ubaidullah Shodaqoh.

Debat putaran kedua ini mengangkat tema masa depan Kota Semarang dalam kajian politik, ekonomi, sosial, budaya, dan hak asasi manusia. Sejumlah pertanyaan dilontarkan dari panelis, seperti terkait keberadaan pedagang kaki lima (PKL) di trotoar Kota Semarang. Keberadaan PKL di trotoar dinilai mengganggu estetika dan lalu lintas. Di samping itu, keamanan pangan dan kehalalan juga perlu dijaga.

Terkait hal itu, Hendi menegaskan, penataan PKL sudah dilakukan di beberapa titik pada periode pertama kempemimpinan Hendi-Ita. Ke depan, pihaknya berkomitmen tidak melakukan penggusuran terhadap PKL, melainkan relokasi atau merapikan dan mempercantik esisting. Seperti yang telah dilakukan di Pasar Bunga Kalisari ataupun relokasi PKL Barito yang saat ini telah menempati kawasan MAJT maupun Penggaron.

Menurutnya, PKL sangat mempengaruhi estetika kota. Sehingga perlu dilakukan penataan yang baik agar estetika baik. Di sisi lain mereka tetap bisa mendapatkan kesejahteraan, karena keberadaan mereka juga dibutuhkan masyarakat.

“Saat relokasi siap, kami menata mereka berjualan di tempat lebih baik dan menarik. Insya-Allah kami berkomitmen tidak melakukan penggusuran, tapi kami akan menata PKL supaya mampu bersinergi dengan estetika kota,” papar Hendi.

Sementara itu, Ita mengatakan, terkait dengan penataan PKL sudah masuk dalam misi kedua yakni penguatan ekonomi lokal melalui pembangunan sentra PKL.

“Sekarang banyak di jalan. Tahun depan akan dibuat lima taman yang digunakan untuk sentra PKL. Ada dua fasilitas bisa seperti di Kalisari,” terangnya.

Lebih lanjut, dia juga mendorong terkait kehigenisan makanannya. Program Hendi-Ita akan memfasilitasi perizinan halal ataupun BPOM.

Panelis dari Senat Akademik Undip, Indah Susilowati menilai, pasangan calon Hendi-Ita sangat menguasai permasalahan yang ada di Kota Semarang. Mereka memang turun ke bawah untuk melihat kondisi lingkungan.

“Komitmen dari paslon memang turun ke bawah. Dari sisi akademis secara objektif tanpa memihak, saya pandang pembangunan Kota Semarang krasan. Seperti Kota Lama itu sekarang bagus tidak kumuh,” ujarnya.

Menurutnya, dinamika Kota Semarang relatif tinggi. Orang datang silih berganti membawa perubahan budaya. Hal ini menjadi perhatian bagi calon pemimpin agar tetap menjaga kerukunan. Terkait penataan PKL, menurutnya, perlu adanya social engineering mengingat mengatur orang relatif susah.(HS)

Share This

Program Kabupaten Sehat Boyolali Untuk Kenyamanan Hunian

Berupaya Wujudkan Visi Indonesia 2045, Pemangku Kepentingan Tak Bisa Lagi Berfikir Sektoral