in

Soal Dugaan Intimidasi Terhadap Wartawan Kendal, Ini Klarifikasi PLN

Pertemuan mediasi antara pihak PLN Jateng & DIY dengan PWI Jateng dan wartawan Edi Prayitno di Kendal, Minggu (11/7/2021).

 

HALO SEMARANG – Terkait dengan adanya kesalahpahaman yang terjadi antara petugas keamanan Gardu Induk Kaliwungu, Kendal dengan wartawan yang hendak meliput saat terjadi gangguan pada Sabtu (10/7/2021), pihak PLN memberikan klarifikasi dan penjelasan tentang masalah tersebut.

Sutanto, Manager Sub Bidang Aset Properti, Komunikasi dan Umum
PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Tengah mengatakan, bahwa ada beberapa klarifikasi yang ingin disampaikan pihaknya tentang kesalah pahaman tersebut. Menurutnya, telah dilakukan mediasi antara PLN dan wartawan di Kendal.

“PLN memohon maaf terkait kesalahpahaman tersebut, khususnya kepada saudara Edy Prayitno selaku wartawan MNC Group dan PWI Kendal sebagai organisasi profesi jurnalis,” katanya seperti dalam rilis yang diterima halosemarang.id, Minggu (11/7/2021).

PLN, kata dia, memang tidak dapat mengizinkan wartawan
meliput ke dalam, karena Gardu Induk merupakan aset objek vital nasional yang butuh perizinan khusus jika akan memasuki area.

Hal ini berdasarkan Kepres Nomor 63 Tahun 2004 dan Peraturan Menteri ESDM Nomor 4 tahun 2017 tentang Objek Vital Nasional Bidang Energi dan Sumber Daya Mineral, bahwa objek vital nasional adalah kawasan/lokasi, bangunan/instalasi dan/atau usaha yg menyangkut hajat hidup orang banyak, kepentingan negara dan/atau sumber pendapatan negara yang bersifat strategis.

“Infrastruktur kelistrikan yang termasuk ke dalam objek vital meliputi pembangkit listrik dan gardu induk. Sebagai Objek Vital, tentunya terdapat SOP khusus dalam pengamanannya,” katanya.

Kejadian ini menurutnya merupakan aksi pribadi sesuai tugas pegawai/security tersebut dalam melaksanakan prosedur/SOP yang berlaku.

“PLN selalu terbuka dan transparan dalam memberikan informasi sesuai dengan KIP melalui Juru Bicara perusahaan,” paparnya.

Sebelumnya, pihak PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Jawa Tengah & DI Yogyakarta juga telah meminta maaf secara langsung atas insiden kesalahpahaman yang terjadi antara pegawai PLN dengan salah satu jurnalis televisi akibat buntut pelarangan saat peliputan.

Hal tersebut disampaikan Manager Keuangan Komunikasi dan Umum PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Jawa Tengah & DI Yogyakarta, Endah Yuliati dalam sebuah pertemuan mediasi di salah satu warung makan di Kendal, Minggu (11/6/2021).

Dirinya meminta maaf atas terjadinya insiden yang tidak menyenangkan tersebut. Dirinya juga berjanji, ke depan kejadian serupa tidak akan terulang dan akan lebih baik lagi.

“Saya atas nama teman-teman di UIT memohon maaf kepada Mas Edi Prayitno karena kesalahpahaman yang terjadi. Saya berharap hal ini tidak terulang lagi,” ungkap Endah.

Menurutnya, PLN sangat terbuka dan transparan. Hanya saja, untuk bisa masuk ke Gardu Induk ada mekanisme serta prosedur yang harus ditaati, sebab itu merupakan salah satu objek vital nasional.

“Saat itu kondisinya juga sedang panik, karena ada yang terbakar dan berpotensi untuk padam. Jadi kami harus berkonsentrasi untuk segera menyalakan kembali dan sore harinya sudah bisa nyala kembali,” ujar Endah.(HS)

Share This

Pejabat PLN Sangkal Teriakan “Maling” Kepada Wartawan Yang Hendak Meliput Kebakaran Gardu Induk

Mobilitas Warga Mulai Menurun, Jateng Diapresiasi Pemerintah Pusat